KONSTAN.CO.ID — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Zulhendra Das’at menyebut capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu indikator bergeraknya pelayanan kesehatan masyarakat di daerah itu.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau per 5 September 2026, Kampar mencatat capaian CKG 45,2 persen. Sebanyak 417.768 orang telah menjalani pemeriksaan dari total sasaran 924.208 orang.
Angka tersebut menempatkan Kampar di posisi teratas dalam daftar kabupaten/kota yang tercantum dalam laporan tersebut. Kampar unggul tipis atas Rokan Hulu yang mencapai 45,1 persen.
Zulhendra mengatakan capaian itu tidak membuat Dinas Kesehatan Kampar berpuas diri. Menurut dia, masih lebih dari separuh sasaran yang belum mengikuti pemeriksaan.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan memperluas jangkauan CKG kepada masyarakat,” kata Zulhendra, Ahad (6/9/2026).
Ia mengatakan jajaran Dinas Kesehatan bersama puskesmas dan tenaga kesehatan terus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan tersebut.
Pemerintah kecamatan dan desa juga dilibatkan untuk memperluas informasi mengenai CKG.
Bagi Zulhendra, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tingginya persentase capaian. Pemeriksaan kesehatan gratis, kata dia, harus mampu membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sehingga risiko penyakit dapat segera ditindaklanjuti.
“Yang terpenting masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya. Kalau ditemukan faktor risiko, bisa segera dilakukan tindak lanjut,” ucapnya.
Ia mengemukakan, capaian tersebut berlangsung di bawah kepemimpinan Bupati Kampar Ahmad Yuzar.
Menurutnya, pemerintah Kabupaten Kampar terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan dan perluasan akses pemeriksaan bagi masyarakat.
Namun, Zulhendra masih menghadapi pekerjaan besar. Dari 924.208 orang sasaran, sekitar 506.440 orang belum tercatat mengikuti CKG.
Karena itu, posisi teratas Kampar di Riau justru menjadi tantangan bagi Dinas Kesehatan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian.
“Kami akan terus bergerak agar masyarakat yang belum mendapatkan pemeriksaan bisa terjangkau,” tuturnya.
Bagi Zulhendra, angka 45,2 persen bukan garis akhir. Capaian itu menjadi pijakan untuk mengejar sasaran yang tersisa dan memastikan semakin banyak masyarakat Kampar memperoleh pemeriksaan kesehatan secara gratis.
(YD)














