KONSTAN.CO.ID – Desa Ridan, Kecamatan Bangkinang Kota, mulai didorong menjadi sentra pengembangan tanaman jagung di Kabupaten Kampar.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar menyiapkan sejumlah langkah untuk mengembangkan komoditas tersebut, mulai dari bantuan benih hibrida hingga perluasan areal tanam.

Pengembangan sentra jagung ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat potensi jagung sebagai komoditas pangan lokal.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar, Nurilahi Ali, melalui Kepala Bidang Produksi, Budi Hantana, mengatakan pengembangan jagung terus didorong sepanjang 2026. Salah satunya melalui program musim tanam ketiga (MT3) dengan penggunaan benih unggul dan bersertifikat.
“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan dari Dinas Pertanian untuk MT3 atau musim tanam ketiga ini, petani dapat menggunakan benih unggul dan benih yang bersertifikat,” ujar Budi.
Ia menyebutkan, luas penanaman jagung yang berhasil saat ini berkisar 50 hingga 100 hektare. Sementara target luas tambah tanam (LTT) di Kabupaten Kampar mencapai lebih dari 300 hektare.
Untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut, Dinas Pertanian Kampar juga menyalurkan 9 ton benih jagung hibrida kepada 118 kelompok tani yang tersebar di 20 kecamatan.
Sebelum bantuan didistribusikan, Kepala Dinas Pertanian Nurilahi Ali turun langsung memeriksa kualitas benih yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kampar.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan benih yang diberikan kepada petani sesuai dengan spesifikasi dan standar kualitas yang ditetapkan.














