KONSTAN.CO.ID – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasang kamera jebak atau camera trap di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur perlintasan Harimau Sumatera di sekitar Kelurahan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar.
Pemasangan kamera tersebut dilakukan setelah sebelumnya ditemukan jejak satwa dilindungi itu di kawasan sekitar Universitas Pahlawan Bangkinang.

Kepala Resor Kampar BBKSDA Riau, Muhammad Hendri, SH, mengatakan pemasangan kamera jebak dilakukan untuk memastikan keberadaan sekaligus mengidentifikasi kondisi fisik Harimau Sumatera yang diduga masih berkeliaran di kawasan tersebut.
“Tim kembali melakukan pemantauan pada Rabu, 4 November 2026. Dari hasil pemantauan, belum ditemukan tanda-tanda jejak terbaru Harimau Sumatera,” kata Muhammad Hendri dalam keterangan tertulisanya yang diterima, Kamis (5/11/2026).
Meski belum menemukan jejak baru, tim tidak menghentikan pemantauan. Kamera jebak dipasang di titik koordinat 0.316683 N, 101.039672 E yang berdasarkan pengamatan tim merupakan salah satu lokasi yang kerap dilalui harimau tersebut.
Kamera serupa juga dipasang di dalam kawasan Kebun Raya Universitas Pahlawan. Lokasi itu turut menjadi perhatian setelah sebelumnya ditemukan indikasi jejak Harimau Sumatera.
Pemantauan menggunakan kamera jebak akan berlangsung selama tujuh hari ke depan. Rekaman kamera diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai keberadaan, pergerakan, dan ciri fisik satwa tersebut.
Menurut Hendri, keberadaan harimau itu masih diperkirakan berada di sekitar kawasan permukiman masyarakat dan Kebun Raya Universitas Pahlawan.
Karena itu, kata dia, tim BBKSDA Riau akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Upaya ini menjadi penting mengingat lokasi pemantauan berada tidak jauh dari kawasan aktivitas warga dan lingkungan kampus,” jelas Hendri memungkasi.
(Yudha)














