KAMPAR – Pencarian Boiko Gulo, 25 tahun, warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, yang diduga tenggelam di Sungai Kampar memasuki hari ketujuh pada Senin (10/8/2026). Hingga kini, korban belum ditemukan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Adi Candra Lukita, mengatakan pencarian masih dilakukan oleh Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC).

“Sudah H7, upaya Satgas TRC masih dilakukan,” ujar Candra saat dikonfirmasi Konstan.
Candra menjelaskan, berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), operasi pencarian berlangsung selama tujuh hari. Artinya, Senin merupakan hari terakhir pencarian sesuai batas waktu SOP tersebut.
Namun, berakhirnya tujuh hari bukan berarti keputusan penghentian operasi langsung dilakukan. Ia menyebut BPBD Kampar masih akan membahas perkembangan pencarian bersama keluarga korban dan unsur terkait.
“SOP hanya tujuh hari, tapi nanti mau dirapatkan dulu dengan pihak keluarga dan rencananya nanti kita briefing dulu,” kata Candra.
Candra mengaku bahwa keputusan mengenai kelanjutan pencarian akan mempertimbangkan hasil evaluasi operasi selama tujuh hari, kondisi di lapangan, serta hasil koordinasi dengan keluarga korban.
Boiko diduga tenggelam setelah melompat dari Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, pada Selasa, 4 Agustus 2026 sekitar pukul 07.30 WIB. Laporan kejadian diterima BPBD Kampar sekitar pukul 08.05 WIB.
Tim gabungan yang terdiri atas BPBD Kampar, Basarnas Pekanbaru, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, perangkat Desa Merangin, dan masyarakat telah melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Kampar.
Sedikitnya 28 personel dikerahkan. Tim menggunakan perahu karet, mesin tempel 25 PK, peralatan selam, pelampung, kendaraan operasional, perangkat komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya.
Pada hari kedua, pencarian diperluas hingga radius sekitar tiga kilometer dari lokasi korban diduga tenggelam. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.
Hingga hari ketujuh, Boiko belum ditemukan. Candra menyebut bahwa BPBD Kampar akan melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan keluarga korban sebelum menentukan apakah pencarian diperpanjang atau dihentikan.
(Y)













