Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Kampar

Ahmad Yuzar Minta LAK Jadi Penjaga Marwah Adat di Tengah Arus Modernisasi

badge-check

Ahmad Yuzar Minta LAK Jadi Penjaga Marwah Adat di Tengah Arus Modernisasi Perbesar

KONSTAN.CO.ID – Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur dan ekonomi. Pelestarian adat istiadat serta penguatan nilai-nilai agama harus menjadi fondasi dalam membangun Kabupaten Kampar.

Menurut Ahmad Yuzar, kemajuan daerah akan kehilangan makna apabila masyarakat tercerabut dari identitas budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

banner 468x60

Pesan itu disampaikan Ahmad Yuzar saat menobatkan Marwas Dt. Bosau sebagai Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) periode 2026–2031 di Balai Adat Kampar, Bangkinang Kota, Ahad, (8/11/2026).

Dalam prosesi tersebut, penobatan ditandai dengan peletakan Detau di kepala Marwas Dt. Bosau oleh Nasrul Dt. Ajo Dubalai selaku Pucuk Adat/Panguasa Ulayat Andiko 44 wilayah XIII Koto Kampar. Bupati kemudian memasangkan keris dan selempang sebagai bagian dari prosesi adat.

Ahmad Yuzar mengatakan, penobatan ketua dan pengukuhan pengurus LAK bukan sekadar pergantian kepengurusan. Momentum tersebut harus menjadi titik kebangkitan lembaga adat dalam menjaga marwah budaya serta membimbing kehidupan masyarakat.

“Adat tidak boleh usang karena panas, tidak boleh lapuk karena hujan. Jangan sampai adat hilang di Kampar. Kita harus memastikan generasi muda mengenal adatnya, menghormati Ninik Mamak, menghargai orang tua, serta menghormati para pemimpin,” kata Ahmad Yuzar.

Ia mengingatkan, derasnya arus globalisasi dan modernisasi tidak boleh membuat masyarakat Kampar kehilangan identitas. Karena itu, LAK diharapkan tidak hanya menjadi lembaga simbolis, tetapi hadir menjalankan fungsi pembinaan, menjaga persatuan, dan menyelesaikan persoalan adat di tengah masyarakat.

Bupati juga menyoroti pentingnya falsafah Tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku Sajarangan dalam kehidupan masyarakat Kampar. Falsafah tersebut menempatkan pemerintah, alim ulama, dan Ninik Mamak sebagai tiga unsur yang harus berjalan beriringan.

Pemerintah bertanggung jawab menjalankan pembangunan dan pemerintahan. Alim ulama membimbing kehidupan keagamaan, sedangkan Ninik Mamak menjaga tatanan adat sekaligus membina anak kemenakan.

Menurut Ahmad Yuzar, ketiga unsur tersebut harus saling menguatkan agar pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga membentuk masyarakat yang memiliki moral, persaudaraan, dan identitas budaya.

“Pembangunan infrastruktur dan ekonomi tentu penting, tetapi semua itu tidak akan memiliki makna yang utuh apabila kita kehilangan jati diri dan marwah kebudayaan. Karena itu, LAK harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan Kabupaten Kampar,” ujarnya.

Ahmad Yuzar berharap kepengurusan LAK yang baru segera menunjukkan kerja nyata. Salah satunya dengan merangkul seluruh elemen masyarakat, memperkuat persatuan antarkenegerian, serta menghidupkan kembali balai-balai adat sebagai pusat musyawarah dan penyelesaian persoalan masyarakat.

Ia juga mengingatkan para pemangku adat agar tidak menjadikan jabatan sebagai kebanggaan semata. Amanah tersebut, kata dia, harus diwujudkan melalui keteladanan, kebijaksanaan, dan keberpihakan terhadap kepentingan anak kemenakan.

“Menjadi pemangku adat berarti siap menjadi payung tempat berteduh kala hujan, menjadi tempat berlindung kala panas, serta menjadi suluh yang menerangi anak kemenakan,” katanya.

Penobatan Marwas Dt. Bosau turut dihadiri Wakil Bupati Kampar Misharti, Sekretaris Daerah Ardi Mardiansyah, anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat, Ketua TP PKK Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, tokoh adat, Ninik Mamak, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Ahmad Yuzar berharap LAK mampu menjadi perekat masyarakat di tengah perbedaan. Ia menegaskan adat dan agama harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat maupun arah pembangunan daerah.

“Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah. Adat dan agama harus senantiasa berjalan seiring,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wakili Kajati Riau, Kajari Kampar Hadiri Pelantikan Ketua LAK Periode 2026-2031

8 Nov 2026 - 12:45 WIB

Wakili Kajati Riau, Kajari Kampar Hadiri Pelantikan Ketua LAK Periode 2026-2031

Kepala OJK Riau Berganti, Pemkab Kampar Titip Harapan untuk Ekonomi dan UMKM

7 Nov 2026 - 07:32 WIB

Kepala OJK Riau Berganti, Pemkab Kampar Titip Harapan untuk Ekonomi dan UMKM

Lapas Bangkinang Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Putera Muhammadiyah

7 Nov 2026 - 07:19 WIB

Lapas Bangkinang Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Putera Muhammadiyah

29 Pejabat Pemkab Kampar Dilantik, Ini Nama-Nama dan Jabatan Barunya

7 Nov 2026 - 06:52 WIB

29 Pejabat Pemkab Kampar Dilantik, Ini Nama-Nama dan Jabatan Barunya

Penyidikan LHP 14 Desa Berlanjut, Siapa Lagi yang Akan Dipanggil Kejari Kampar?

6 Nov 2026 - 10:06 WIB

Penyidikan LHP 14 Desa Berlanjut, Siapa Lagi yang Akan Dipanggil Kejari Kampar?
Trending di Hukrim