KONSTAN.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Kampar tengah menaruh perhatian pada pembangunan sektor pendidikan. Bupati Kampar Ahmad Yuzar bahkan mengingatkan agar anggaran pendidikan tidak dimainkan dan pembangunan sekolah harus sesuai kebutuhan.
Namun, perhatian itu berhadapan dengan kondisi di lapangan. Ketika sebuah sekolah dasar di Kecamatan Tapung menjadi sorotan setelah video kondisi bangunannya beredar, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar, Helmi, mengaku sebelumnya tidak mengetahui kondisi sekolah tersebut.
Sekolah yang dimaksud adalah SD Kelas Jarak Jauh UPT 007 Sungai Agung, Kecamatan Tapung. Bangunannya terlihat memprihatinkan. Sejumlah bagian yang terbuat dari kayu tampak berlubang dan mengalami kerusakan.
“Belum, saya kan baru. Saya pribadi tidak tahu bahwa itu ada. Mungkin sudah ada juga yang sebelumnya, sudah tahu juga mungkin, bahkan orang lama-lama,” kata Helmi saat dikonfirmasi Konstan, Rabu (16/9/2026).
Helmi memang baru menjabat sebagai Plt Kepala Disdikpora. Sebelumnya, ia merupakan kepala bidang di lingkungan dinas pendidikan.
Pengakuan tersebut menjadi kontras dengan pernyataan Bupati Ahmad Yuzar beberapa hari sebelumnya. Pada Jumat, 4 September 2026. Kala itu Bupati turun meninjau pembangunan SDN 007 Pulau Lawas, Kampung Godang, Bangkinang, serta SMPN 2 Bangkinang Kota.
Saat itu, Ahmad Yuzar secara khusus mengingatkan agar anggaran pembangunan pendidikan digunakan sesuai peruntukannya.
“Jangan main-main dengan anggaran pembangunan. Laksanakan pembangunan ini sesuai dengan anggaran yang ada di APBD,” ujar Ahmad Yuzar saat meninjau pembangunan sekolah.
Di SMPN 2 Bangkinang Kota, Bupati juga meminta agar kondisi sekolah menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia meminta perangkat daerah menyiapkan perencanaan dan anggaran sehingga pembangunan dapat dilakukan pada 2027.
Bupati bahkan meminta Dinas Pendidikan dan Olahraga, Bappeda, serta Dinas PUPR melakukan kajian teknis secara menyeluruh. Menurut dia, kebutuhan pembangunan harus dihitung secara realistis dan efisien, bukan sekadar menghabiskan anggaran yang tersedia.
“Saya ingatkan, jangan main-main dengan anggaran pendidikan. Kami akan pantau langsung,” kata Bupati.
Sementara itu, persoalan SD Kelas Jarak Jauh UPT 007 Sungai Agung justru baru mencuat setelah kondisi sekolah tersebut menjadi perhatian publik.
Helmi kemudian mengatakan telah turun langsung ke lokasi bersama konsultan.
“Iya. Sudah,” katanya ketika ditanya apakah dirinya telah melihat sekolah tersebut.
“Insya Allah tadi sudah turun ke lokasi bersama konsultan,” ujarnya.
Helmi menyebut sekolah tersebut sebagai sekolah swadaya. Ia mengatakan sekolah induknya memiliki kondisi yang lebih baik.
“Sekolah kelas lokal jauh, induknya kan bagus,” katanya.
Di tengah persoalan tersebut, Wakil Bupati Kampar Misharti mengambil langkah dengan meminta dinas pendidikan melihat langsung kondisi sekolah. Ia juga menyatakan renovasi direncanakan pada 2027.
“Sudah bertahun-tahun ternyata nggak ada dibangun-bangun oleh Pemkab sebelumnya. Tapi tak apa, insya Allah saya tugaskan Dinas Pendidikan untuk melihat kondisinya dan kita renov di 2027,” tegas Misharti.
Sekolah itu diketahui telah berdiri sejak 19 Juli 2004 dan melayani anak-anak di Sungai Agung.
(YD)














