Menu

Otomatis
Breaking News

Daerah

Gelar Sosialisasi Pencegahan Karhutla, Camat Salo Paparkan Soal Ini

badge-check

Kecamatan Salo Kampar, Kabupaten Kampar mengelar Sosialisasi Pencegahan Penanggulangan Bencana serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Kantor Camat Salo. (Dok: Konstan) Perbesar

Kecamatan Salo Kampar, Kabupaten Kampar mengelar Sosialisasi Pencegahan Penanggulangan Bencana serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Kantor Camat Salo. (Dok: Konstan)

Konstan.co.id – Kecamatan Salo Kampar, Kabupaten Kampar mengelar Sosialisasi Pencegahan Penanggulangan Bencana serta Kebakaran Hutan dan Lahan, Rabu (15/6/2022).

Acara yang digelar aula Kantor Camat Salo tersebut langsung dipimpin oleh Camat Salo, Refizal, S.S.TP serta mengundang sejumlah narasumber yang berkompeten.

Camat Salo, Refizal mengungkapkan bahwa sosialisasi ini dilakukan berdasarkan banyaknya bencana kebakaran yang ada di Kecamatan Salo, khususnya di Desa Salo.

Kata dia, semenjak ia menjabat sebagai Camat Salo, peristiwa kebakaran sudah kerap terjadi, bahkan lebih dari 6 kali.

“Jadi melalui sosialisasi ini juga dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat dalam hal pencegahan pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta mengurangi resiko bencana kebakaran hutan dan lahan khususnya yang berada di Kecamatan Salo,” ujarnya saat berpidato didepan belasan peserta,” Rabu (15/6).

Dalam pidatonya, Refizal juga memaparkan sejumlah dampak negatif akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, dampak tersebut langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.

Pencemaran udara yang terjadi dipicu dari bentuk gas, cair, dan padat tertentu yang terpendam di udara. Partikel berasal kebakaran hutan, asap dapat mengganggu kesehatan.

“Kebakaran lahan itu juga dapat merusak ekosistem. Banyak dampak negatifnya yang dapat merugikan masyarakat, salahsatunya dapat terganggunya ketersedian air didalam tanah,” tuturnya.

Kemudian, ia juga sedikit menerangkan dampak negatif yang langsung berkaitan dengan perekonomian masyarakat.

Indonesia sendiri masuk dalam jajaran negara yang tingkat polusinya cukup tinggi. Dampak pencemaran udara juga dapat menimbulkan persoalan ekonomi.

Menurut Jurnal kesehatan masyarakat, Dampak ekonomi juga dapat diukur oleh besarnya biaya yang dikeluarkan akibat terjadinya gangguan kesehatan manusia,

Lalu, Pemananasan global.

Pencemaran udara dapat meningkatkan pemanasan global. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan berkurangnya tempat tinggal untuk sebagian spesies tumbuhan dan hewan.

“Kebakaran juga mengakibatkan oksigen semakin berkurang dan sedikit,” kata Refizal.

Refizal juga mengemukakan bahwa sosialisasi sangat penting dilakukan. Menurutnya ini merupakan salahsatu bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sehingga ada ilmu yang dapat disampaikan kepada masyarakat.

“Harus ada langkah langkah serius untuk menghadapi persoalan ini,” tukasnya.***(yd)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Udara Pekanbaru Tak Sehat, Sekolah Kembali Belajar Daring Dua Hari

7 Sep 2026 - 12:35 WIB

Udara Pekanbaru Tak Sehat, Sekolah Kembali Belajar Daring Dua Hari

Ahmad Yuzar Kawal Inflasi Kampar dari Rakor Nasional

7 Sep 2026 - 12:15 WIB

Ahmad Yuzar Kawal Inflasi Kampar dari Rakor Nasional

Dari Disiplin ASN hingga Karhutla, Ini Pesan Sekda Kampar Saat Pimpin Apel Gabungan

7 Sep 2026 - 11:47 WIB

Dari Disiplin ASN hingga Karhutla, Ini Pesan Sekda Kampar Saat Pimpin Apel Gabungan

Ahmad Yuzar Bawa Kampar ke Posisi Teratas CKG Riau, 417 Ribu Warga Sudah Diperiksa

6 Sep 2026 - 12:50 WIB

Ahmad Yuzar Bawa Kampar ke Posisi Teratas CKG Riau, 417 Ribu Warga Sudah Diperiksa

Bupati Kampar Resmikan Puskesmas Kuntu, Minta Pelayanan Tanpa Diskriminasi

4 Sep 2026 - 07:26 WIB

Bupati Kampar Resmikan Puskesmas Kuntu, Minta Pelayanan Tanpa Diskriminasi
Trending di Kampar