Sroll Baca Artikel
BeritaDaerahHukrim

Teknologi Perikanan di Lapas Bangkinang, Kolam Bioflok Untuk Warga Binaan

16
×

Teknologi Perikanan di Lapas Bangkinang, Kolam Bioflok Untuk Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Kolam Bioflok di Lapas Bangkinang.

Konstan.co.id – Lapas Kelas IIA Bangkinang Kanwil Kemenkumham Riau terus berupaya meningkatkan kegiatan kemandirian dari warga binaannya dengan mengembangkan berbagai program yang dapat mengasah keterampilan, pengetahuan dan skill yang dapat dimanfaatkan pasca kembali kemasyarakat.

Kali ini, Jajaran Lapas Bangkinang yang dikomandoi oleh Mishbahuddin selaku Kepala Lapas Bangkinang menghadirkan terobosan baru dalam rangka pemenuhan kegiatan kemandirian warga binaan. Trobosan baru itu yakni, budidaya ikan lele.

banner 468x60

Memanfaatkan teknologi bioflok yang mana merupakan suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaat mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.

Baca Juga

“Prinsip dasar bioflok adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang terdiri dari kabon, oksigen, hidrogen, dan nitrogen menjadi massa sludge berbentuk bioflok. Perubahan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan bakteri pembentuk gumpalan sebagai bioflok,” ungkap Mishbahuddin menjelaskan sistem bioflok.

“Teknik ini populer dikalangan peternak lele dan nila karena mampu menggenjot produktivitas panen yang lebih tinggi. Selain itu, metode bioflok juga menekan penggunaan lahan menjadi tidak terlalu luas dan hemat air,” tambahnya.

Mishbahuddin juga mengaku bahwa program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan bagi warga binaan sebagai program resosialisasi bagi mereka.

“Kami memberikan gambaran terhadap peluang usaha yang dapat dilaksanakan warga binaan jika sudah kembali kemasyarakat. Harapannya, keterampilan dan pengetahun yang telah dimiliki dapat diterapkan dan bermanfaat pada lingkungan masyarakat nantinya,” ujar Kalapas.

“Warga binaan yang terlibat dalam program ini mengaku senang dan antusias untuk belajar lebih banyak tentang budidaya ikan dengan sistem bioflok. Mereka juga berharap program ini dapat terus berlanjut dan membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, khususnya dalam hal budidaya perikanan,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel ini diproteksi