Embung Sungsang dibangun dengan tujuan mendukung pemenuhan kebutuhan air baku rumah tangga di Kabupaten Kampar. Dengan debit pengambilan sebesar 100 liter/detik, setara dengan 80.000 Sambungan Rumah (SR).
Sebelumnya, kapasitas eksisting PDAM di Kabupaten tersebut hanya sebesar 40 liter/detik atau setara dengan 32.000 SR, yang berasal dari Sungai Kampar.
“Selain berperan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air baku, Embung Sungsang juga diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Bangkinang,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Bupati Kampar, Hambali, mengucapkan terima kasih kepada BWS Sumatera III atas penyelesaian intake air baku.
“Intake air ini akan diserahkan kepada pelanggan PDAM dan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan distribusi air bersih di Kabupaten Kampar,” ujar Hambali.
Hal senada juga disampaikan Dirut PDAM Kampar Rusdi. Ia berharap intake air baru ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
“Semoga bermanfaat untuk masyarakat luas,” harapnya.
(MCRiau)














