KAMPAR — Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan gangguan kesehatan di SMK Negeri 1 Tapung Hulu.
Kepala Dinas Kesehatan Kampar, dr. Zulhendra Das’at, mengatakan sampel makanan telah dibawa ke laboratorium di tingkat provinsi. Namun, hingga Senin, 24 Agustus 2026, hasil pemeriksaan belum diterima.

“Belum keluar, biasanya paling lama seminggu, apalagi ini berhubungan dengan kasus,” kata Zulhendra saat dikonfirmasi Konstan Senin (24/8/2026).
Dugaan gangguan kesehatan itu terjadi setelah siswa dan guru mengonsumsi makanan MBG. Jumlah warga sekolah yang terdampak kini mencapai 141 orang, terdiri atas 126 siswa dan 15 guru.
Sebelumnya, Ketua Satgas MBG Kabupaten Kampar yang juga Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, mengatakan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut telah ditangguhkan.
Menurut Misharti, SPPG itu belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Tim Dinas Kesehatan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa.
“SPPG itu harus di-suspend. Betul, di-suspend, diberhentikan dulu sampai hasil BGN menentukan,” jelas Misharti memungkasi.
(YD)














