Program Tahfidz Al-Qur’an di Lapas Bangkinang, Belasan Napi Dapat Penghargaan

Kalapas Bangkinang, Sutarno memberikan penghargaan berupa Piala dan Sertifikat kepada para pemenang lomba dengan kategori Tahfidz Al-Qur’an Juz 30, Hafalan Hadits, Hafalan Tauhid iktiqad 50, Imam, Dzikir dan Doa, Adzan, Pidato serta Perlombaan Shalawat.

Konstan.co.id – Dalam kehidupan sehari-hari Ilmu Agama berperan sebagai cahaya yang menerangi dalam kegelapan dan menjadi petunjuk dan penuntun jalan bagi kehidupan manusia. Bagi umat muslim, Al-Qur’an membawa fungsi sebagai petunjuk bagi umat manusia hingga akhir zaman, serta penyempurna kitab-kitab suci sebelumnya, dan sumber pokok ajaran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Untuk itu, sebagai wujud keberhasilan dari kegiatan pembinaan kerohanian yang telah diprogramkan, Lapas Kelas IIA Bangkinang mengantarkan sebanyak 16 orang wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan Tahfidz Al-Qur’an Juz 30, Senin (31/01).

Kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 yang diselenggarakan pada mesjid At-Taubah Lapas Bangkinang menghasilkan 3 (orang) lulusan berpredikat Cumlaude, 3 orang lulusan berpredikat Sangat Memuaskan dan 10 orang lulusan berpredikat Baik.

Bacaan Lainnya

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 ini merupakan Wisuda yang kedua kalinya dilaksanakan di Lapas Bangkinang dalam Evaluasi Tahunan Kegiatan Santri At-Taubah Tahun 2021, yang mana sekaligus memberikan penghargaan berupa piala dan sertifikat kepada para pemenang lomba dengan kategori Tahfidz Al-Qur’an Juz 30, Hafalan Hadits, Hafalan Tauhid iktiqad 50, Imam, Dzikir dan Doa, Adzan, Pidato serta Perlombaan Shalawat.

Bukan hanya perlombaan dalam bidang keagamaan saja, Dalam Evaluasi Tahunan Kegiatan Santri At-Taubah Tahun 2021 turut diperlombakan bidang Olahraga, seperti Futsal, Volley, Tenis Meja dan Badminton.

Dalam sambutannya, Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Sutarno mengaku sangat bangga dengan adanya warga binaan Santri yang mampu menjadi Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 serta mampu memberi contoh dan teladan positif kepada wargabinaan lainnya.

“Harapan kami kepada saudara, untuk dapat mengembangkan lagi ilmu keagamaannya, khususnya dalam menghafal Al-Quran, saudara harus mampu menjadi contoh dan teladan dimasyarakat ketika sudah bebas menjalani pembinaan di Lapas Bangkinang,” ujarnya

“Prestasi yang telah mampu saudara torehkan di Lapas Bangkinang, tentunya harus diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat diluar nantinya,” tambahnya.

Setiap harinya sebanyak 72 orang santri mengikuti program pembinaan kerohanian Agama Islam yang mempelajari dan memperdalam Hukum bacaan Tajwid, ilmu fiqih dan Tahfidz Al-Qur’an.

Editor: YD

Pos terkait

banner 468x60 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *