Sroll Baca Artikel
BeritaDaerahPeristiwa

El Nino Segera Berakhir, BMKG Ingatkan Bencana Banjir Mengintai

36
×

El Nino Segera Berakhir, BMKG Ingatkan Bencana Banjir Mengintai

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi banjir(Shutterstock)

Konstan.co.id – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, fenomena iklim yang memicu anomali kenaikan suhu, El Nino, akan melemah. Di sisi lain, dia mengingatkan bahwa ketika musim hujan telah tiba, potensi banjir, longsor, dan banjir bandang meningkat.

BMKG telah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memantau dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mungkin terjadi bersamaan dengan musim hujan.

banner 468x60

“Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak El Nino dan meminimalkan krisis pangan di masa depan,” kata Dwikorita dikutip dari keterangan di situs resmi BMKG, Selasa (1/11/2023).

Baca Juga

Disebutkan, El Nino memengaruhi pola iklim dan curah hujan di Indonesia, menyebabkan musim kemarau yang panjang dan kekeringan ekstrem di sejumlah wilayah. Hingga terjadi kekurangan pasokan air. Sepanjang tahun 2020, 2021, dan 2022, Indonesia mengalami musim kemarau yang diwarnai fenomena La Nina. Di mana, pada saat La Nina melanda, akan terjadi curah hujan tinggi.

“Meskipun saat ini El Nino masih cukup kuat, BMKG memprediksi bahwa fenomena ini akan melemah dan berakhir pada awal tahun 2024. Ini akan diikuti oleh musim hujan yang meningkat, dengan curah hujan di atas normal, terutama pada Januari dan Februari,” ucapnya.

Dijelaskan, bahwa kondisi El Nino yang sedang berlangsung menyebabkan peningkatan kekeringan di beberapa wilayah di Indonesia. Dampak lain dari El Nino adalah peningkatan suhu permukaan laut di Samudera Hindia, terutama di sebelah timur Afrika, yang mengakibatkan awan hujan lebih banyak terbentuk di wilayah tersebut daripada di Indonesia. Sebagai akibatnya, curah hujan di Indonesia menjadi minim.

Dengan bakal meredanya kekeringan, Dwikorita mengingatkan agar siap-siap dengan musim hujan yang akan tiba. “Ketika musim hujan tiba, potensi banjir, longsor, dan banjir bandang meningkat. Stakeholder terkait harus mengantisipasi dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengelola situasi ini,” katanya.

Pentingnya upaya antisipasi dan solusi penanggulangan krisis pangan akibat El Nino dan pembatasan ekspor produk pangan menjadi sorotan utama. Dalam konteks ini, pemerintah Indonesia diharapkan untuk memantau perkembangan El Nino dengan seksama dan mengambil langkah-langkah strategis guna memastikan ketahanan pangan serta mengurangi risiko krisis pangan yang dapat muncul di masa depan.

Dwikorita juga meminta kementerian/lembaga, pemeritah daerah, dan institusi terkait untuk melakukan langkah mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologis selama musim hujan. Terutama di wilayah yang mengalami Sifat Musim Hujan Atas Normal (lebih basah dibanding biasanya). Wilayah tersebut diprediksi mengalami peningkatan risiko bencana banjir dan tanah longsor.

Selain itu, tambah Dwikorita, Pemerintah Daerah diharapkan dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat tentang cara menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi selama musim hujan serta pentingnya memperhatikan peringatan dini.

“Pemerintah daerah dan sektor terkait juga diharapkan dapat menjadikan informasi Prakiraan Musim Hujan 2023/2024 ini sebagai acuan untuk menyusun rencana Aksi Dini (Early Action), dalam rangka menekan kerugian yang dapat ditimbulkan adanya bencana hidrometeorologis,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel ini diproteksi