Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Daerah

Dugaan Mafia Pupuk di Kampar Riau, Kejaksaan Periksa Naufal Rahman, Pemilik Kios UD.Lima Tuntuo Tani

badge-check

Naufal Rahman, Pengecer UD.Lima Tuntuo Tani saat keluar dari gedung Adhyaksa. Perbesar

Naufal Rahman, Pengecer UD.Lima Tuntuo Tani saat keluar dari gedung Adhyaksa.

Konstan.co.id – Naufal Rahman, pengecer pupuk bersubsidi khusus di Kecamatan Kuok diperiksa Penyidik Kejaksaan Negeri Kampar, Riau Kamis (2/6).

Naufal Rahman diketahui sebagai pemilik kios UD.Lima Tuntuo Tani.

Terpantau, yang bersangkutan diperiksa selama dua jam lebih.

Dengan menggunakan baju kotak kotak, Naufal keluar dari gedung Adhyaksa sekitar pukul 12.15 WIB.

Naufal saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa dirinya datang sekitar pukul 09.00 WIB.

Ia diperiksa dengan membawa sejumlah berkas.

“Jam 9 kurang saya kesini,” ujarnya kepada Konstan.co.id, Kamis (2/6).

Disinggung terkait kedatangannya, Naufal tak banyak berkometar.

Ia irit berbicara ketika disinggung sejauh mana keterlibatannya dalam dugaan mafia pupuk bersubsidi itu.

“Tanya aja kedalam ya,” singkatnya.

Diketahui, pihak Kejaksaan Negeri Kampar masih terus mendalami dugaan kasus mafia pupuk bersubsidi yang berada di Kabupaten Kampar, Riau. Hal itu dilakukan sesuai instruksi Jaksa Agung.

Hingga kini pihaknya pun tengah mengumpulkan sejumlah keterangan dari pihak pihak terkait.

Pihak kejaksaan juga telah memanggil Kordinator sekaligus verifikasi dan validasi penyaluran Pupuk subsidi Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kuok, Rabu (18/5) yang lalu.

Dua nama yang dipanggil itu ialah H. Gustina dan Darmansyah.

Kajari Kampar, Arif Budiman, melalui Kasi Intel, Silfanus Rotua Simanullang mengungkapkan bahwa yang bersangkutan dipanggil untuk dimintai keterangan seputar temuan pihak Kejaksaan.

“Ada dua orang yang kita periksa untuk dimintai keterangan hari ini, ia adalah Kordinator Kordinator sekaligus verifikasi dan validasi penyaluran Pupuk subsidi BPP Kecamatan Kuok H.Gustina dan Darmansyah,” kata Silfanus diterima Konstan.co.id, Rabu (19/5) kala itu.

Gustina dan Darmansyah diperiksa lebih dari satu jam. Mereka keluar dari gedung Adhyaksa Kampar sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat dicercar pertanyaan seputar pemeriksaan, Gustina mengungkapkan bahwa RDKK dibuat oleh kelompok dan tidak akan sama RDKK dengan penyaluran, ada namanya di RDKK belum tau dia menebus pupuk karena faktor ekonomi.

“Yang diduga melakukan pemalsuan data petani serta data pembelian pengecer tu,” beber Gustina.

Gustina mengaku bahwa pihaknya sudah menyampaikan ke masing – masing ketua kelompok untuk mengumpulkan KTP.

“Namun tidak semua KTP anggota kelompok tani yang dari ketua kelompok dan ada pengecer yang langsung mencari,” Sebut Gustina lagi.

Kata Gustina, selama ini masyarakat tak berani mengadu barulah setelah penyelidikan dari Kejaksaan ini mereka mungkin ini mengungkapkan.

“Untuk kartu tani khususnya di Kabupaten Kampar belum terialisasi alias belum bisa digunakan, jadi untuk penyalurannya saat ini masih mengunakan RDKK,” sambungnya.

Sementara itu Geng H salah seorang anggota kelompok tani di Kecamatan Kuok yang menjadi korban penyaluran Pupuk subsidi
mengunkapkan bahwa Petani tidak pernah menyerahkan langsung data petani ke penyalur atau pengecer melainkan ke Penyuluh.

“Kami Petani tak pernah menyerahkan data je pengecer melainkan ke Penyuluh dan kemudian untuk diserahkan ke BPP,” sebutnya Kamis (19/5).** (Yudha)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penjelasan Wabup Kampar Soal Hebohnya Lokal Rusak: Saya Tak Tahu Guru Itu Klarifikasi, Apalagi Menyuruh

25 Sep 2026 - 15:13 WIB

Penjelasan Wabup Kampar Soal Hebohnya Lokal Rusak: Saya Tak Tahu Guru Itu Klarifikasi, Apalagi Menyuruh

Mengapa Kejaksaan Masih Mengembangkan Perkara KUR BNI Bangkinang

24 Sep 2026 - 07:38 WIB

Mengapa Kejaksaan Masih Mengembangkan Perkara KUR BNI Bangkinang

Bupati dan Wabup Kampar Tegaskan Pendidikan Prioritas Utama, Ungkap Lokal Jauh Tak Dilaporkan

21 Sep 2026 - 16:58 WIB

Bupati dan Wabup Kampar Tegaskan Pendidikan Prioritas Utama, Ungkap Lokal Jauh Tak Dilaporkan

Bursa Ketua DPD Golkar Kampar Dibuka Besok, Musda Digelar 21-22 September

18 Sep 2026 - 18:13 WIB

Bursa Ketua DPD Golkar Kampar Dibuka Besok, Musda Digelar 21-22 September

Diam-Diam Penyidik Kejaksaan Periksa Pihak Inspektorat Kampar Kasus Dugaan Manipulasi Penyetoran LHP

17 Sep 2026 - 19:46 WIB

Diam-Diam Penyidik Kejaksaan Periksa Pihak Inspektorat Kampar Kasus Dugaan Manipulasi Penyetoran LHP
Trending di Hukrim