Sementara untuk tahapan seleksi, dimulai dari seleksi administrasi, pemeriksaan dokumen dan formulir pendaftaran. Kemudian lanjut seleksi Tes Akademis, Computer Based Test ( CBT ).
“Kemudian psikotes, wawancara dengan panitia seleksi dan seleksi praktik mengajar. Jadi peserta diberikan kesempatan untuk mendemonstrasikan bagaimana mengajar dihadapan panitia,” katanya.
Sebagai informasi pada seleksi gelombang pertama lalu, dari 74 orang yang mendaftar, hanya 5 orang saja yang diterima. Artinya ada 69 peserta yang gugur.
Jumlah peserta yang lulus seleksi dengan kebutuhan guru yang dibuka seleksinya jauh dari target. Sebab yang dibutuhkan sebanyak 44 orang guru untuk mengajar 18 mata pelajaran.
(MC/Riau)














