KONSTAN.CO.ID — Kepala Kejaksaan Negeri Kampar Dwianto Prihartono ikut dalam jajaran pimpinan daerah yang membahas kesiapan menghadapi puncak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026. Rapat digelar di Command Center Kantor Bupati Kampar, Senin (7/9/2026).
Dwianto hadir bersama Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Dandim 0313/KPR Satriady Prabowo, Kapolres Kampar Boby Putra Ramadhan Subayang, Sekretaris Daerah Kampar Ardi Mardiansyah, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.
Rapat berlangsung secara daring bersama pemerintah pusat dan dibuka Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamri Chaniago.
Riau menjadi salah satu dari enam provinsi prioritas penanganan karhutla berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020.
Pemerintah pusat menekankan pentingnya pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, Polri, perusahaan dan masyarakat.
Dwianto Prihartono berada dalam jajaran Forkopimda Kampar yang mengikuti langsung pembahasan tersebut.
Kehadiran Kajari menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah Kampar.
Dalam rapat, pemerintah pusat menyebut luas lahan yang terbakar mencapai 72.009,10 hektare dan 734,81 hektare di antaranya masih dalam penanganan. Khusus Riau, sebanyak 1.694 personel gabungan dikerahkan.
Djamri meminta pemerintah daerah dan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) serta Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) tidak menunggu api membesar.
“Pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama. Setiap potensi titik api harus segera diketahui, dilaporkan dan ditangani secara cepat agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” kata Djamri.
Usai rapat bersama pemerintah pusat, Ahmad Yuzar melanjutkan pembahasan internal bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah. Ia menegaskan penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
“Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Pencegahan harus dilakukan sejak dini,” ujar Ahmad Yuzar.
Yuzar meminta perusahaan memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman, meningkatkan patroli serta melakukan pemantauan berkala di kawasan yang rawan terbakar.
Ia juga meminta koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, BPBD, Damkar, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan serta masyarakat terus diperkuat.
Bagi Pemkab Kampar, keterlibatan seluruh unsur Forkopimda menjadi bagian penting untuk memastikan pencegahan dan penanganan karhutla berjalan cepat ketika ditemukan titik api.
“Yang paling utama adalah pencegahan. Jangan sampai kita terlambat bertindak ketika api sudah membesar dan sulit dikendalikan,” jelas Ahmad Yuzar.














