KONSTAN.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Kampar mengevaluasi pemenuhan indikator dan kelengkapan dokumen reformasi birokrasi menjelang kunjungan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari persiapan pemerintah daerah untuk menunjukkan komitmen terhadap pencegahan korupsi dan perbaikan tata kelola pemerintahan.
Rapat koordinasi dan evaluasi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Selasa (20/10/2026). Bupati Kampar Ahmad Yuzar diwakili Sekretaris Daerah Ardi Mardiansyah yang memimpin rapat bersama sejumlah pejabat dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Hadir dalam rapat itu Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Kampar Yogi Riyadh Yudistira, Pelaksana Tugas Inspektur Muhammad Irsyad, serta perwakilan OPD terkait.
Ardi mengatakan, persiapan menghadapi kunjungan tim koordinasi dan supervisi pencegahan KPK tidak boleh sebatas memenuhi kebutuhan administratif.
Pemerintah daerah, menurut dia, perlu memastikan bahwa setiap indikator memiliki bukti pendukung yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kunjungan Tim KPK RI bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk memperlihatkan keseriusan kita dalam membangun sistem birokrasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang bersih,” kata Ardi.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah membahas pemenuhan indikator MCSR RSB tahun 2026, kesiapan dokumen pendukung atau eviden, serta koordinasi lintas perangkat daerah.
Setiap OPD diminta memastikan kelengkapan dan keakuratan data sesuai indikator yang menjadi tanggung jawabnya. Sinkronisasi dokumen juga menjadi perhatian agar bukti pelaksanaan program dapat disajikan secara jelas saat evaluasi berlangsung.
Ardi mengingatkan bahwa kesiapan menghadapi KPK semestinya tidak berhenti pada pengumpulan dokumen menjelang kunjungan. Reformasi birokrasi, kata dia, harus tercermin dalam praktik pengelolaan anggaran, keterbukaan informasi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita ingin Kabupaten Kampar dikenal sebagai daerah yang disiplin dalam pengelolaan anggaran, inovatif dalam pelayanan publik, dan konsisten menjaga integritas. Kehadiran Tim KPK RI harus menjadi pemacu semangat kita semua,” pungkasnya.













