KONSTAN.CO.ID — Kedatangan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., ke UPT SDN 018 Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Senin (19/10/2026), disambut antusias oleh para siswa. Anak-anak itu berkerumun mendekati Bupati, berebut bersalaman, dan menyambut kedatangannya dengan wajah ceria.
Di tengah kondisi sekolah yang baru dilanda kebakaran sehari sebelumnya, suasana hangat tersebut menjadi momen tersendiri dalam kunjungan Ahmad Yuzar. Para siswa tampak tidak canggung mendekati Bupati yang menyempatkan diri berbincang langsung dengan mereka.
Dengan ramah, Ahmad Yuzar menanyakan kegiatan belajar para siswa hingga pengalaman mereka menikmati program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Ketika ditanya tentang makanan yang mereka terima, anak-anak itu menjawab serentak, “Alhamdulillah, enak!”
Jawaban kompak tersebut menambah keakraban suasana. Bupati pun memanfaatkan momen itu untuk memberikan semangat kepada anak-anak agar tetap rajin belajar meskipun sekolah mereka tengah menghadapi musibah.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin di masa depan. Karena itu, manfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya dan raih cita-cita kalian,” pesan Ahmad Yuzar.
Namun, kedatangan Bupati bukan semata-mata untuk menyapa para siswa. Ia juga meninjau langsung sejumlah ruangan yang terdampak kebakaran dan meminta agar kerusakan segera didata untuk menentukan kebutuhan perbaikan.
Ahmad Yuzar menginstruksikan tim teknis melakukan inventarisasi dan penghitungan kerusakan secara menyeluruh. Ia juga meminta sisa bangunan yang terbakar segera dibersihkan, terutama bagian atap dan jaringan listrik yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
“Pastikan sisa kebakaran segera dibersihkan dan tidak ada lagi bagian bangunan maupun jaringan listrik yang membahayakan anak-anak kita. Keselamatan siswa harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Selain kerusakan akibat kebakaran, Bupati turut memperhatikan kondisi ruang belajar yang belum dilengkapi meja dan kursi.
Di antara bangunan yang membutuhkan perbaikan dan keterbatasan fasilitas belajar, kerumunan siswa yang menyambut kedatangannya menghadirkan gambaran lain dari kunjungan tersebut. Anak-anak itu tetap menunjukkan keceriaan, sementara pemerintah daerah perlu memastikan sekolah mereka kembali aman dan nyaman untuk kegiatan belajar-mengajar.














