Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Bawaslu Diminta Awasi Money Politik Pada Pilkada Kampar

badge-check

Rapat Badan Pemenangan Repol-Ardo (BP-REDO) tingkat kecamatan dan desa di sekretariat DPD Golkar Kampar (Foto: Istimewa) Perbesar

Rapat Badan Pemenangan Repol-Ardo (BP-REDO) tingkat kecamatan dan desa di sekretariat DPD Golkar Kampar (Foto: Istimewa)

Konstan.co.id – Calon Bupati Kampar Repol semakin yakin dan percaya bisa mendulang suara terbanyak pada pemilihan kepala daerah kabupaten Kampar periode 2024-2029.

Hal itu disampaikan tegas pasangan Rahmat Jevary Juniardo didepan ratusan para pendukungnya pada rapat Badan Pemenangan Repol-Ardo (BP-REDO) tingkat kecamatan dan desa di sekretariat DPD Golkar Kampar, Sabtu (21/09/2024).

“Melihat basis suara, investasi politik yang sudah dilakukan selama 20 tahun menjabat anggota DPRD Kampar serta hasil 5 survei terakhir, insya Allah kita pasangan Repol-Ardo bisa menjadi pemenang. Informasi terakhir, angka yang kita dapatkan sudah 36 persen,” sebut Repol.

Namun Repol menegaskan, hasil dan ikhtiar akan gagal terwujud apabila Bawaslu Kampar gagal mengawasi dan menindak tegas peluang terjadinya money politik atau politik uang pada pilkada Kampar.

“Kita harap peran Bawaslu Kampar untuk bisa benar-benar mengawasi money politik yang berpotensi terjadi di pilkada Kampar. Kalau ada money politik, tindak tegas saja. Baik yang memberikan dan menerima money politik terancam kurungan penjara,” tegasnya.

Jika diridhoi Allah SWT dan masyarakat Kampar menjadi bupati Kampar, Repol berkomitmen memberikan pelayan terbaik kepada seluruh masyarakat Kampar.

“Saya dan Pak Ardo berkomitmen untuk menjadi pelayan masyarakat Kampar, siapapun itu akan kami layani dengan baik. Karena sejatinya bupati adalah jabatan yang diamanahkan masyarakat. Maka dari itu, sudah tugas dan kewajiban kami memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kampar,” bebernya.

Ditegaskan Repol lagi, motivasi ia maju pada pilkada Kampar merupakan niat hati tulus untuk membangun Kampar menjadi daerah yang maju dan juara di segala hal.

“Jika memang saya mencari kenyamanan, maka takkan saya maju Pilkada Kampar. Posisi nyaman sudah saya raih di DPRD Provinsi Riau, namun saya tak bisa berbuat banyak jika menjadi anggota DPRD. DPRD itu tugasnya hanya mengawasi pemerintahan bidangnya legislatif, sedangkan bupati memiliki wewenang yang luas karena tugasnya dalam mengeksekusi bidangnya eksekutif. Untuk merubah Kampar menjadi juara, saya harus menjadi bupati,” lugas ketua DPD Golkar Kampar ini.

“Bidang pendidikan hampir 10 tahun, Pemkab Kampar tak mengalokasikan dana beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa. Banyak jalan rusak, khusus kota Bangkinang, ketika musim hujan maka terjadi banjir. Banyak persoalan di Kampar yang harus dibenahi,” tambahnya lagi.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penjelasan Wabup Kampar Soal Hebohnya Lokal Rusak: Saya Tak Tahu Guru Itu Klarifikasi, Apalagi Menyuruh

25 Sep 2026 - 15:13 WIB

Penjelasan Wabup Kampar Soal Hebohnya Lokal Rusak: Saya Tak Tahu Guru Itu Klarifikasi, Apalagi Menyuruh

Mengapa Kejaksaan Masih Mengembangkan Perkara KUR BNI Bangkinang

24 Sep 2026 - 07:38 WIB

Mengapa Kejaksaan Masih Mengembangkan Perkara KUR BNI Bangkinang

Iib Nursaleh Dorong Rp900 Juta untuk Sekolah Sungai Agung, Bukan Jadi Silpa

23 Sep 2026 - 22:44 WIB

Iib Nursaleh Dorong Rp900 Juta untuk Sekolah Sungai Agung, Bukan Jadi Silpa

Komisi I DPRD Bengkalis Soroti Tempat Hiburan, Dorong Penguatan Sinergi Pembauran Kebangsaan di Pinggir

23 Sep 2026 - 09:23 WIB

Komisi I DPRD Bengkalis Soroti Tempat Hiburan, Dorong Penguatan Sinergi Pembauran Kebangsaan di Pinggir

Komisi III DPRD Bengkalis Bahas Pengelolaan PI 10% Bersama PT Riau Petroleum Rokan

23 Sep 2026 - 09:20 WIB

Komisi III DPRD Bengkalis Bahas Pengelolaan PI 10% Bersama PT Riau Petroleum Rokan
Trending di Politik