Menu

Mode Gelap
Kejaksaan Pastikan Dalami Perkara KUR BNI Cabang Bangkinang Pengembangan Kasus OTT Addul Wahid, KPK Geledah Rumah Dinas SF Hariyanto Ajak Jaga Lingkungan Sejak Dini, Polsek Tambang Tanam Bibit Pohon Bersama Siswa SD dan TK Berkembangnya Kasus KUR BNI Bangkinang Setelah Lima Terdakwa Disidangkan Perbaikan Akses Jalan dan Jembatan di Aceh Terus Dikebut Usai Penggeledahan, Kejari Pekanbaru Tahan Honorer Setwan Omputaka Trofeo Sukses Digelar, Pekanbaru Old Star Berhasil Jadi Champions

Berita

BPS: Ekspor Riau Tembus US$10,14 Miliar Semester I 2025

badge-check


					Ilustrasi peti kemas untuk ekspor dan impor (Foto: Istimewa) Perbesar

Ilustrasi peti kemas untuk ekspor dan impor (Foto: Istimewa)

RIAU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat nilai ekspor Riau pada periode Januari–Juni 2025 mencapai US$10,14 miliar. Angka ini naik 20,30 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang sebesar US$8,42 miliar.

Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi menjelaskan bahwa kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan signifikan pada ekspor nonmigas.

“Nilai ekspor nonmigas Riau naik 24,90 persen, dari US$7,59 miliar pada Januari–Juni 2024 menjadi US$9,49 miliar pada periode yang sama tahun ini,” ujar Asep dalam keterangannya, Jumat (1/8/2025).

Sementara itu, ekspor migas justru mengalami penurunan sebesar 21,56 persen. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor industri pengolahan hasil minyak sebesar 25,56 persen menjadi US$462,88 juta dan minyak mentah yang turun 9,79 persen menjadi US$190,89 juta.

Secara bulanan, nilai ekspor Riau pada Juni 2025 tercatat US$2,00 miliar atau naik 18,28 persen dibanding Juni 2024. Ekspor nonmigas Juni 2025 tercatat sebesar US$1,94 miliar, tumbuh 18,90 persen dari bulan yang sama tahun lalu.

Dari sisi komoditas, lemak dan minyak hewan/nabati mencatatkan peningkatan tertinggi dengan nilai ekspor mencapai US$1,45 miliar, melonjak 37,39 persen dibanding periode Januari–Juni 2024.

“Kontribusi terbesar ekspor nonmigas masih berasal dari lemak dan minyak hewan/nabati, yang naik signifikan tahun ini. Di sisi lain, ampas dan sisa industri makanan justru turun drastis sebesar 71,90 persen,” jelas Asep.

Beberapa komoditas lain yang juga mengalami peningkatan ekspor antara lain berbagai produk kimia (naik 54,53 persen), bahan kimia organik (63,84 persen), buah-buahan (85,16 persen), dan makanan olahan (24,25 persen).

Sedangkan serat stapel buatan dan ampas makanan menjadi dua komoditas yang mengalami penurunan terbesar.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi mitra dagang utama dengan nilai ekspor sebesar US$1,60 miliar atau berkontribusi 16,92 persen terhadap total ekspor nonmigas Riau selama Januari–Juni 2025. Disusul India sebesar US$933,76 juta dan Malaysia US$795,29 juta.

“Ekspor ke kawasan ASEAN dan Uni Eropa juga meningkat masing-masing sebesar 52,54 persen dan 5,08 persen dibandingkan semester pertama tahun 2024,” sebut Asep.

Nilai ekspor ke 13 negara tujuan utama mencapai US$7,26 miliar, meningkat 31,39 persen dibanding tahun lalu. Negara-negara seperti Bangladesh, Malaysia, dan Rusia mencatat lonjakan permintaan terhadap produk ekspor Riau. Ekspor ke Bangladesh bahkan naik hingga 163,63 persen.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pengembangan Kasus OTT Addul Wahid, KPK Geledah Rumah Dinas SF Hariyanto

16 Desember 2025 - 12:31 WIB

Ajak Jaga Lingkungan Sejak Dini, Polsek Tambang Tanam Bibit Pohon Bersama Siswa SD dan TK

15 Desember 2025 - 12:22 WIB

Berkembangnya Kasus KUR BNI Bangkinang Setelah Lima Terdakwa Disidangkan

15 Desember 2025 - 11:06 WIB

Perbaikan Akses Jalan dan Jembatan di Aceh Terus Dikebut

15 Desember 2025 - 10:44 WIB

Usai Penggeledahan, Kejari Pekanbaru Tahan Honorer Setwan

14 Desember 2025 - 22:26 WIB

Trending di Berita
error: Mohon Maaf