Menu

Mode Gelap
Kejaksaan Pastikan Dalami Perkara KUR BNI Cabang Bangkinang Kadiskes Kampar Pacu Akurasi Data ASPAK, Wujudkan Perencanaan Kesehatan yang Tepat Sasaran Api Melalap Rumah di Penyesawan, Damkar Kampar Lakukan Pemadaman Ayah Diduga Cabuli Dua Anak Kandung di Kampar Riau Dari Kuok, Kadis Pertanian Kampar Percepat Swasembada Pangan Lewat Gerakan Tanam Padi Usai Sertijab, Zulhendra Das’at Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan Tidur Pakai Kaus Kaki Ternyata Punya Banyak Manfaat, Benarkah Bikin Tidur Lebih Nyenyak?

Berita

Waspada! 62 Kasus Super Flu Terjadi di Indonesia, Apakah Anda Termasuk Risiko?

badge-check


					Ilustrasi Flu (Foto: Istimewa) Perbesar

Ilustrasi Flu (Foto: Istimewa)

KONSTAN – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat 62 kasus super flu di Tanah Air hingga 31 Desember 2025.

Kasus ini tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas pasien adalah perempuan dan anak-anak.

banner 468x60

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa meski disebut “super flu”, kondisi ini masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan influenza musiman lainnya.

“Berdasarkan penilaian World Health Organization dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A H3N2 subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan,” kata dr. Prima.

Gejala Super Flu

Gejala super flu umumnya mirip dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

Beberapa pasien juga mengalami lelah berlebihan, nyeri otot, menggigil, dan penurunan nafsu makan.

Pada kelompok rentan, termasuk lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta, gejala bisa terasa lebih berat dan memerlukan pemantauan medis.
Penyebaran Global dan Regional
Influenza A H3N2 subclade K pertama kali diidentifikasi oleh CDC pada Agustus 2025 dan kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

Di Asia, virus ini terdeteksi di Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025. Meski menjadi varian dominan, tren kasus di beberapa negara menunjukkan penurunan dua bulan terakhir, termasuk di Indonesia.

Berdasarkan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di fasilitas pelayanan kesehatan.

Upaya Pencegahan

Kemenkes menekankan perlunya kewaspadaan berbasis data dan langkah pencegahan, termasuk:

Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Menjaga daya tahan tubuh dan mendapatkan vaksin influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan.

Tetap di rumah jika mengalami gejala flu
Menggunakan masker dan menerapkan etika batuk

Segera mengakses fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam tiga hari

Dengan langkah pencegahan yang konsisten, risiko penyebaran super flu di Indonesia dapat ditekan tanpa menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kadiskes Kampar Pacu Akurasi Data ASPAK, Wujudkan Perencanaan Kesehatan yang Tepat Sasaran

31 Juli 2026 - 13:01 WIB

Usai Sertijab, Zulhendra Das’at Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

29 Juli 2026 - 13:13 WIB

Tidur Pakai Kaus Kaki Ternyata Punya Banyak Manfaat, Benarkah Bikin Tidur Lebih Nyenyak?

28 Juli 2026 - 09:49 WIB

Spesialis Turun ke Puskesmas, Kampar Perketat Layanan Ibu dan Bayi

21 April 2026 - 20:43 WIB

Imawan Hardiman Ditunjuk sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Kampar

6 April 2026 - 20:52 WIB

Trending di Kampar