Menu

Otomatis
Breaking News

Kampar

Spesialis Turun ke Puskesmas, Kampar Perketat Layanan Ibu dan Bayi

badge-check

Spesialis Turun ke Puskesmas, Kampar Perketat Layanan Ibu dan Bayi Perbesar

KAMPAR — Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kesehatan memperluas intervensi layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) dengan menurunkan dokter spesialis anak (Sp.A) dan spesialis obstetri-ginekologi (Sp.OG) langsung ke Puskesmas Gunung Sahilan.

Kebijakan ini ditempuh untuk memperkuat penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal sekaligus menekan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB).

Kegiatan pendampingan yang digelar pada Selasa (21/4/2026) tersebut melibatkan tim dokter spesialis dr. Cherlina, Sp.A dan dr. Roni, Sp.OG. Fokus utama kegiatan adalah penguatan sistem rujukan berjenjang, peningkatan kemampuan tenaga kesehatan, serta percepatan respons terhadap kasus risiko tinggi di tingkat layanan dasar.

Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunikasi Dinas Kesehatan Kampar, Poppy Rahmadini, mengatakan penguatan layanan ini menjadi bagian dari evaluasi Kabupaten Layak Anak sekaligus upaya sistematis menurunkan AKI, AKB, dan stunting.

Ia menekankan pentingnya integrasi layanan antar fasilitas kesehatan agar penanganan kasus tidak terlambat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kampar, dr. Imawan Hardiman, menyebut peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi kunci dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi.

“Tujuannya memastikan pelayanan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi, terutama dalam situasi kritis,” ujarnya.

Dalam program penguatan layanan KIA 2026, Dinkes Kampar juga menetapkan sejumlah kebijakan teknis, antara lain kewajiban komunikasi aktif antara tenaga kesehatan dan dokter spesialis, optimalisasi Rumah Tunggu Kelahiran di Bangkinang dan Pekanbaru, serta pemeriksaan kehamilan minimal delapan kali dengan dukungan USG wajib di fasilitas kesehatan.

Selain itu, pemerintah daerah turut memperkuat intervensi stunting melalui bantuan pangan medis khusus, serta memastikan ketersediaan obat untuk ibu hamil dengan hepatitis B di fasilitas kesehatan rujukan.

Para dokter spesialis yang terlibat menekankan pentingnya kecepatan tindakan medis. “Dalam kasus bayi, deteksi dini dan stabilisasi sebelum rujukan sangat menentukan keselamatan,” kata dr. Cherlina, Sp.A.

Sementara itu, dr. Roni, Sp.OG menegaskan bahwa ketersediaan obat emergensi di fasilitas kesehatan menjadi faktor krusial dalam menyelamatkan ibu dan bayi. (ADV)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ahmad Yuzar Bawa Kampar ke Posisi Teratas CKG Riau, 417 Ribu Warga Sudah Diperiksa

6 Sep 2026 - 12:50 WIB

Ahmad Yuzar Bawa Kampar ke Posisi Teratas CKG Riau, 417 Ribu Warga Sudah Diperiksa

Bupati Kampar Resmikan Puskesmas Kuntu, Minta Pelayanan Tanpa Diskriminasi

4 Sep 2026 - 07:26 WIB

Bupati Kampar Resmikan Puskesmas Kuntu, Minta Pelayanan Tanpa Diskriminasi

Iib Nursaleh Langsung Turun ke Pantai Raja, Tinjau Tiga Rumah Warga yang Terbakar

4 Sep 2026 - 07:00 WIB

Iib Nursaleh Langsung Turun ke Pantai Raja, Tinjau Tiga Rumah Warga yang Terbakar

Nama Kasi Pidsus Kejari Kampar Dicatut, Diduga Jadi Modus Mengincar Pejabat di Tengah Penanganan Perkara

3 Sep 2026 - 14:00 WIB

Nama Kasi Pidsus Kejari Kampar Dicatut, Diduga Jadi Modus Mengincar Pejabat di Tengah Penanganan Perkara

Kejari Kampar Paparkan Kinerja 2026, Ratusan Perkara Berhasil Dituntaskan

2 Sep 2026 - 17:39 WIB

Kejari Kampar Paparkan Kinerja 2026, Ratusan Perkara Berhasil Dituntaskan
Trending di Hukrim