Sroll Baca Artikel
DaerahEkonomiLifestylePemerintahan

Memaknai Tradisi Ziarah Kubur Menurut Anggota DPRD Kampar Said Abdullah

21
×

Memaknai Tradisi Ziarah Kubur Menurut Anggota DPRD Kampar Said Abdullah

Sebarkan artikel ini
Anggota Dewan DPRD Kampar, Said Abdullah melakukan Z ziarah kubur.

Konstan.co.id – Anggota DPRD Kampar, Said Abdullah mengungkapkan bahwa tradisi ziarah kubur merupakan salahsatu tradisi yang mesti dilestarikan.

Menurutnya, adanya tradisi seperti ini dapat meningkatkan keimanan dengan selalu mengingat kematian. Apalagi, ziarah kubur ini juga dapat meningkatkan hubungan silaturrahmi dan ukhuwah dalam hidup bermasyarakat.

banner 468x60

“Saya berharap agar tradisi kubur ini tetap terjaga dan dilestarikan dengan baik. Hal ini juga dapat menjaga dan memperkokoh rasa kebersamaan dan kekompakan dalam hidup bermasyarakat. Semua akan tampak ketika ziarah ini ditutup dengan makam bersama,” kata Said, di Desa Salo Kecamatan Salo di Mesjid Fastabiqul Khoirot Rantau Panjang, Senin, (9/5).

Baca Juga

Sebagai peziarah, Politisi Partai PPP ini juga meyakini bahwa pentingnya memaknai ziarah kubur.

Ziarah kubur, kata dia, merupakan salahsatu cara untuk memahami dan meyakini, bahwa setiap manusia yang hidup itu akan menjumpai kematian atau ajalnya.

“Dengan melaksanakan ziarah kubur, maka penziarah yang merupakan orang yang masih hidup akan diingatkan kepada sebuah kematian. Orang yang melakukan ziarah kubur akan lebih memahami dan meyakini, bahwa setiap manusia yang hidup itu akan menjumpai kematian atau ajalnya.

“Setiap yang bernyawa pasti akan menghadap sang khlaiqnya,” ucapnya.

Kegiatan ziarah kubur merupakan kegiatan mengujungi pemakaman keluarga atau leluhur.

Para penziarah akan melakukan doa bersama kepada ahli kubur yang dikunjungi sebagai ungkapan kedekatan bathiniyah antara yang hidup dan yang meninggal.

“Dengan begitu, para penziarah akan selalu meyakini bahwa tiada kehidupan yang kekal abadi dan akan berakhir pada suatu masanya,” tutur Said.

Said Abdullah juga menambahkan, bahwa penziarah yang selalu mengingat kematian akan lebih cenderung menjalani hidup dengan sepenuh hati. Penziarah akan selalu termotivasi untuk menjaga hubungan baik dengan orang sekitar, mengerjakan aktivitas semaksimal mungkin, mensyukuri atas Rahmat dan nikmat dari Allah AZZA Wajallah, akan selalu memperbanyak ibadah dan giat menabur kebaikan sebagai bekal untuk pulang ke kampung akhirat kelak.

Said menjelaskan, dengan melaksanakan kegiatan ziarah kubur secara bersama-sama, secara otomatis akan dapat memperkuat tali silaturahmi dan kekompakan dalam hidup bermasyarakat. Karena dalam ziarah kubur para penziarah akan bertemu dengan kaum kerabat yang sudah lama tidak bersua. Mereka akan saling menyapa dan saling Bercengkerama antara satu dengan yang lainnya.

“Makan bersama di mesjid sebagai penutup rangkaian acara ziarah kubur juga akan dapat membangkitkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat ini,” jelas Said memungkasi.** (y)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel ini diproteksi