KONSTAN – Pemerintah Kabupaten Kampar mulai menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menekan laju inflasi menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kampar yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kampar, Ardi Mardiansyah, Selasa (13/1/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar itu dihadiri oleh unsur TPID Kabupaten Kampar, Bulog Kabupaten Kampar, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kampar.
Agenda utama rapat adalah penyiapan bahan paparan (ekspos) Bupati Kampar yang akan disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri, sekaligus perumusan kebijakan pengendalian inflasi di tingkat daerah.
Dalam paparannya, Ardi Mardiansyah mengungkapkan bahwa Kabupaten Kampar saat ini termasuk dalam daerah dengan tingkat inflasi relatif tinggi secara nasional. Berdasarkan data BPS Kabupaten Kampar, inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 4,20% (year on year). Angka tersebut terutama dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas strategis yang memiliki bobot besar terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK).
Beberapa komoditas yang mengalami lonjakan harga signifikan antara lain cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, emas perhiasan, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Tekanan inflasi ini dinilai berpotensi berlanjut seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, yang secara historis selalu diikuti lonjakan konsumsi rumah tangga.
“Inflasi yang terjadi tidak terlepas dari faktor harga pangan serta ketersediaan dan kelancaran pasokan di daerah. Oleh karena itu, diperlukan langkah pengendalian yang terukur dan terkoordinasi lintas sektor,” ujar Ardi dalam arahannya.
Menurut Ardi, stabilitas pasokan pangan menjadi kunci utama pengendalian inflasi di daerah. Untuk itu, Pemkab Kampar meminta seluruh unsur TPID agar menjalankan tugas dan fungsi masing-masing secara optimal, mulai dari penguatan koordinasi distribusi, pemantauan stok pangan, hingga pengawasan pergerakan harga di tingkat pasar.
Selain itu, TPID Kabupaten Kampar juga diminta untuk melakukan pengecekan langsung ketersediaan bahan pangan strategis, khususnya menjelang Ramadhan, guna mengantisipasi potensi kelangkaan dan lonjakan harga. Bulog Kampar diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga kecukupan stok dan stabilisasi harga, terutama untuk komoditas pangan pokok.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya early warning system melalui pemantauan harga harian dan analisis tren inflasi, sehingga langkah intervensi dapat dilakukan sejak dini.
Langkah-langkah tersebut mencakup operasi pasar, penguatan distribusi antarwilayah, serta optimalisasi cadangan pangan pemerintah.
Ardi Mardiansyah menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan memiliki dampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, TPID, Bulog, dan BPS, Pemkab Kampar optimistis tekanan inflasi dapat diredam.
“Dengan kesiapan kebijakan dan koordinasi yang solid, kita berharap stabilitas harga dapat terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap aman dan pelaksanaan ibadah Ramadhan serta Idul Fitri dapat berlangsung dengan tenang,” tutupnya.










