Menu

Mode Gelap
Kejaksaan Pastikan Dalami Perkara KUR BNI Cabang Bangkinang Bupati Kampar Gandeng Baznas Pastikan Korban Kebakaran Segera Mendapat Bantuan Kajati Riau Inaugurasi Gedung Baru Kejari Kampar, Dukung Pelayanan Hukum yang Lebih Optimal Rumah Mantan Kasatpol PP Kampar Ludes Terbakar, Empat Armada Damkar Dikerahkan Antisipasi Penyimpangan, Lapas Bangkinang Bekali Pegawai dengan Sosialisasi Antifraud Lapas Bangkinang Gelar Pemeriksaan Kamar Hunian Warga Binaan Pintu Masuk Lapas Bangkinang Diperketat, Petugas diperiksa

Berita

Cara Noel Minta Ducati Scrambler, Saya Cocoknya Motor Apa?

badge-check


					Motor Ducati Scrambler yang disita dari Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel (tengah). (Foto: RMOL) Perbesar

Motor Ducati Scrambler yang disita dari Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel (tengah). (Foto: RMOL)

Jakarta – Cara mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, juga dikenal sebagai Noel, meminta sepeda motor Ducati Scrambel kepada salah satu tersangka kasus sertifikasi K3 Kemenaker, diungkapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kata KPK, Noel meminta motor dari Irvian Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker 2022–2025. Diduga, Irvian menerima hingga Rp69 miliar dalam kasus ini.

banner 468x60

“Saat IEG (Immanuel Ebenezer Gerungan) meminta motor, IBM (Irvian Bobby Mahendro) menjawab, “Saya tahu kamu main motor besar ya. Kalau untuk saya cocoknya motor apa?,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto menirukan percakapan Noel ke Irvian dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (24/8/2025).

Setyo mengatakan Irvian kemudian membelikan satu unit motor Ducati Scrambler berwarna biru dengan plat nomor B 4225 SUQ. Motor tersebut kini telah disita oleh penyidik KPK.

“Kemudian IBM belikan dan kirim ke rumahnya, 1 Ducati off the road, mungkin dengan maksud menutupi pembeli,” ujarnya.

Setyo menyebut motor Ducati pemberian Irvian tersebut ditemukan di rumah anak Noel. Motor tersebut menggunakan pelat nomor palsu alias bodong.

“Motor ada di rumah anaknya, Kamis di antar ke kantor (KPK),” imbuhnya.

Sebelumnya, Setyo juga menyebut Noel pernah meminta uang kepada Irvian untuk merenovasi rumah. Akhirnya, Irvian memberikan uang Rp3 miliar ke Noel.

Menurut Setyo, Noel pernah menjuluki Irvian sebagai “sultan”. Istilah ini digunakan Noel untuk menggambarkan Irvian sebagai pejabat yang paling banyak memiliki uang di Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemnaker.

“IEG menyebut IBM sebagai ‘sultan’, maksudnya orang yang banyak uang di Ditjen Binwas K3,” jelasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bupati Kampar Gandeng Baznas Pastikan Korban Kebakaran Segera Mendapat Bantuan

23 Juli 2026 - 21:30 WIB

Rumah Mantan Kasatpol PP Kampar Ludes Terbakar, Empat Armada Damkar Dikerahkan

22 Juli 2026 - 11:22 WIB

Waspada! Catut Nama Kasi Pidsus Kejari Kampar, Oknum Tebar Modus Minta Uang

24 Juni 2026 - 14:14 WIB

Masyarakat Tapung Hilir Mengadu ke DPRD Kampar soal Dugaan Pencemaran Sungai

18 Mei 2026 - 20:03 WIB

Irwan Saputra Dicari Kejari hingga Kejagung

13 Mei 2026 - 19:51 WIB

Trending di Hukrim