Senada dengan Frank, Syarifah mengatakan penting untuk menentukan lokasi yang tepat agar hunian apartemen bisa laris manis disewa konsumen.
Lalu, Syarifah menyebut developer harus mengetahui target market dari apartemen yang dibangun. Apakah menyasar pasar generasi Milenial dan Gen Z yang saat ini tengah mencari hunian baru atau bukan.
“Bagaimana populasi atau komposisi dari demografi di kota tersebut, kalau memang demografi yang terbesar adalah Milenial dan Gen Z, artinya produk yang dihasilkan harus sesuai dengan apa yang mereka butuhkan dan terjangkau oleh segmen tersebut,” papar Syarifah.
Lebih lanjut, Syarifah menilai developer harus cermat dalam memilih lokasi untuk membangun apartemen. Saat ini, apartemen yang berada di kota satelit dan dekat transportasi publik sangat menggiurkan karena memudahkan konsumen untuk bepergian.
“Penting untuk memilih area di edge of the city, area yang mendekat hinterland (kota satelit), atau area-area yang dekat dengan transportasi publik, misalnya dekat LRT, KRL, atau MRT,” imbuhnya.
Dengan pertimbangan tersebut, para pengembang diharapkan dapat merancang proyek yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga fungsional dan berkelanjutan. Hal ini akan memastikan bahwa hunian yang ditawarkan memenuhi kebutuhan masyarakat modern yang semakin mobile dan mengutamakan aksesibilitas.
(detik)










