Menu

Mode Gelap
Kejaksaan Pastikan Dalami Perkara KUR BNI Cabang Bangkinang Pengembangan Kasus OTT Addul Wahid, KPK Geledah Rumah Dinas SF Hariyanto Ajak Jaga Lingkungan Sejak Dini, Polsek Tambang Tanam Bibit Pohon Bersama Siswa SD dan TK Berkembangnya Kasus KUR BNI Bangkinang Setelah Lima Terdakwa Disidangkan Perbaikan Akses Jalan dan Jembatan di Aceh Terus Dikebut Usai Penggeledahan, Kejari Pekanbaru Tahan Honorer Setwan Omputaka Trofeo Sukses Digelar, Pekanbaru Old Star Berhasil Jadi Champions

Bisnis

Cara Jitu Bisnis Apartemen Agar Laris Manis, Begini Caranya

badge-check


					Ilustrasi apartemen (Foto: Istimewa) Perbesar

Ilustrasi apartemen (Foto: Istimewa)

Jakarta – Kondisi ekonomi global yang tidak stabil turut berdampak ke sektor properti. Bisnis sewa apartemen mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada semester I 2025, data dari Knight Frank Indonesia mencatat total pasokan apartemen saat ini sebanyak 10.290 unit. Lalu, terdapat tambahan 240 unit yang datang dari 1 proyek baru di area CBD (Central Business District).

Rata-rata tingkat hunian apartemen di Jakarta pada semester I 2025 hanya 65,6%, mengalami penurunan sekitar 1% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Meski pasar sewa apartemen cenderung tidak stabil, tapi dengan adanya penambahan 240 unit baru menunjukkan sinyal positif. Selain itu, apartemen sewa masih ditopang oleh ekspatriat asal Asia, seperti China, Jepang, dan Korea Selatan dan sebagian juga dari Eropa.

“Kita tidak bisa pungkiri bahwa kontribusi ekspatriat dan korporat di sektor sewa apartemen menjadi backbone dalam occupancy rate untuk apartemen sewa yang biasanya menyewa dalam jangka panjang,” kata Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat dalam acara online Knight Frank Jakarta Property Highlights H1 2025, Kamis (20/8/2025).

General Manager General Agency Knight Frank Indonesia Frank Tumewa menyarankan kepada developer apartemen agar melakukan sejumlah terobosan untuk meningkatkan bisnis sewa apartemen. Salah satu langkah yang diambil adalah memilih lokasi yang potensial, seperti di kawasan berorientasi transit atau TOD.

“Kemudian penyesuaian desain dan fitur juga harus diperhatikan karena dapat meningkatkan minat pembeli dan sesuai target,” ujar Frank.

Frank menyebut pemberian gimmick-gimmick juga dapat menarik minat konsumen untuk menyewa hunian. Gimmick tersebut bisa berupa diskon besar atau mendapatkan undian doorprize.

Harga yang kompetitif juga dapat meningkatkan penjualan unit apartemen, tapi perlu diimbangi dengan biaya operasional yang efektif agar harga sewanya tidak mahal.

“Penting untuk memastikan biaya operasional yang efektif dan rendah sehingga tidak memberatkan harga,” ucapnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Berkembangnya Kasus KUR BNI Bangkinang Setelah Lima Terdakwa Disidangkan

15 Desember 2025 - 11:06 WIB

Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini

9 September 2025 - 14:15 WIB

NasDem Minta DPR Setop Gaji-Tunjangan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach

3 September 2025 - 13:22 WIB

Rayakan Hari Jadi Polwan ke-77, Bidhumas Polda Riau Potong Tumpeng

2 September 2025 - 01:07 WIB

Demi Kenyamanan, Polda Riau Siapkan Bus untuk Angkut Pengunjung ke Arena Pacu Jalur

24 Agustus 2025 - 14:29 WIB

Trending di Berita
error: Mohon Maaf