KAMPAR – Tim gabungan masih menyisir aliran Sungai Kampar untuk mencari Boiko Gulo (25), warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, yang diduga tenggelam setelah melompat dari Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok.
Memasuki hari kedua pencarian, Rabu, 5 Agustus 2026, korban belum ditemukan.

Pencarian dipusatkan di sepanjang aliran Sungai Kampar dengan radius sekitar tiga kilometer dari titik korban diduga tenggelam. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dan didukung peralatan pencarian air guna memperluas jangkauan operasi.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, peristiwa itu terjadi pada Selasa, 4 Agustus 2026, sekitar pukul 07.30 WIB.
Laporan diterima BPBD sekitar pukul 08.05 WIB dari Pemerintah Desa Merangin, yang kemudian ditindaklanjuti dengan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Adi Candra Lukita, mengatakan personel BPBD bersama unsur gabungan langsung bergerak melakukan pencarian begitu informasi diterima.
Operasi pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Kampar, Basarnas Pekanbaru, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, perangkat Desa Merangin, serta masyarakat. Sedikitnya 28 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.
“Selain personel, tim gabungan mengerahkan berbagai sarana pendukung, antara lain perahu karet, mesin tempel 25 PK, kendaraan operasional, peralatan selam, pelampung, helm keselamatan, kantong jenazah, hingga perangkat komunikasi lapangan,” ujarnya kepada Konstan.co.id.
Menurut kronologi yang dihimpun BPBD, korban diduga datang seorang diri menggunakan sepeda motor sebelum berhenti di atas Jembatan Rantau Berangin dan diduga melompat ke Sungai Kampar.
Seorang saksi yang berada di sekitar lokasi mengaku sempat melihat korban timbul tenggelam sambil melambaikan tangan meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang terbawa arus.
Hingga Rabu sore, penyisiran masih terus dilakukan. Tim gabungan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban dengan harapan dapat segera menemukan keberadaannya.
(Y)










