KAMPAR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang kembali menggelar razia kamar hunian warga binaan pada Senin (3/8/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan sekaligus mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lapas.
Razia dipimpin Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Armaita, bersama Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) dan regu pengamanan.

Pemeriksaan dilakukan di sejumlah blok hunian setelah seluruh petugas mengikuti apel dan pengarahan.
Dalam arahannya, Armaita menekankan agar setiap petugas menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP), mengedepankan profesionalisme, pendekatan humanis, serta tetap waspada selama proses penggeledahan berlangsung.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin pemberantasan peredaran narkoba dan berbagai modus penipuan di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan negara.
Selain itu, razia juga menjadi langkah preventif untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, mengatakan bahwa keamanan merupakan fondasi utama dalam keberhasilan pembinaan warga binaan. Karena itu, pihaknya akan terus mengintensifkan razia, baik secara rutin maupun insidentil.
“Keamanan merupakan fondasi utama keberhasilan proses pembinaan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus melaksanakan razia secara rutin maupun insidentil guna mencegah masuknya barang-barang terlarang, menjaga stabilitas keamanan, serta memastikan seluruh program pembinaan dapat berjalan dengan baik dalam lingkungan lapas yang aman dan kondusif,” ujar Alexander.
Ia menambahkan, razia akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya mewujudkan Lapas Bangkinang yang bersih dari HALINAR, yakni handphone, pungutan liar, dan narkoba.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan yang lebih berkualitas.
(Y)










