RIAU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar nampaknya kembali menjadwalkan pemeriksaan khusus dalam perkara dugaan korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank BUMN Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bangkinang untuk periode tahun 2021, 2022.
Pemeriksaan nampaknya telah memasuki babak baru.
Menurut hasil invesitigasi Redaksi Konstan, pihak Kejari Kampar ternyara telah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Koordinasi itu dilakukan sebelum memasuki Ramadhan bulan lalu.
Dari informasi yang didapat, pihak Kejari Kampar diketahui tinggal menunggu hasil perhitungan kerugian negara.
Artinya, perkara yang saat ini menjadi perhatian publik tersebut tinggal menunggu waktu.
Kasi Pidsus Kejari Kampar, Marthalius tak menampik bakal ada pemeriksaan lanjutan. Dia menegaskan bahwa perkara ini akan terus dikembangkan untuk melihat siapa siapa yang diduga terlibat.
“Dalam waktu dekat ada yang kita mintai keterangannya. Akan semakin rinci,” ujarnya kepada Konstan.co.id, Selasa (8/4/2025).
Ditanya soal saksi baru, Martha tak menampik perihal tersebut. Dia justru menyarankan agar pewarta dapat mengikuti perkara ini.
“Kita akan buka semuanya. Tidak menutup kemungkinan ada saksi baru. Ikuti saja,” tuturnya.
Diketahui, pihak Kejari Kampar telah meningkatkan perkara dugaan korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank BUMN Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bangkinang ke tahap penyidikan.
Dari data yang didapat Konstan.co.id, terdapat sejumlah nama yang telah diperiksa.
Hingga kini pihak Kejari Kampar terus mengembangkan perkara guna mengungkap dugaan korupsi dalam penyaluran dana KUR di Bank BNI Bangkinang.
(Yudha)










