Pada momen itu, Replika Kapal Tongkang diarak dan digotong secara bergantian dari Klenteng Ing Hok Kiong menuju lapangan ritual sejauh sekitar 1,2 kilometer Sabtu (22/6). Perlengkapan ornamen Tionghoa memenuhi kota itu. Seketika tampak suasana seperti sebuah China Town.
Aroma kepulan asap dari bakaran Hio atau dupa juga tercium tajam. Namun, kondisi itu tak menyurutkan niat wisatawan untuk menyaksikan tradisi tersebut.
Replika Kapal Tongkang yang diarak massa tiba di lokasi pembakaran pukul 16.55 WIB. Kemudian, dinaikkan ke atas tumpukan kertas sembahyang warna kuning atau Kim ChuaChua. Kemudian, replika kapal tongkang dibakar. Akhirnya momen yang ditunggu-tunggu tiba, tepat pukul 17.44 WIB, tiang dan layar tongkang yang dibakar jatuh ke arah darat.
(MCRiau)










