KONSTAN — Usulan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan, menjadi prioritas utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tapung Raya yang meliputi Kecamatan Tapung, Tapung Hulu, dan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau.
Musrenbang tersebut digelar di Gedung PGRI Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Selasa (27/1/2026).
Musrenbang Tapung Raya dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kampar Misharti dan merupakan bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kampar Tahun 2027.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur DPRD Kabupaten Kampar, organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan TNI dan Polri.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar Sunardi DS menegaskan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Menurut dia, forum ini harus menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Musrenbang tidak boleh sekadar seremonial. Usulan dari masyarakat harus benar-benar diperjuangkan,” ujar Sunardi.
Ia menyoroti kondisi infrastruktur di Tapung Raya yang masih membutuhkan perhatian serius, terutama akses jalan di sejumlah desa di Kecamatan Tapung Hulu serta pembangunan jembatan Desa Koto Aman yang belum rampung.
Wakil Bupati Kampar Misharti menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis dalam merumuskan perencanaan pembangunan secara partisipatif dan berjenjang, mulai dari desa hingga kabupaten.
Seluruh usulan, kata dia, harus disampaikan melalui mekanisme perencanaan resmi dengan memanfaatkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Misharti juga mengakui keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kampar pada 2026 tercatat sebesar Rp2,6 triliun, menurun dibandingkan tahun sebelumnya sekitar Rp3,2 triliun. Karena itu, pembangunan daerah tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga memerlukan dukungan dari APBD Provinsi, APBN, serta sumber pendanaan lain seperti tanggung jawab sosial perusahaan.
Dalam forum tersebut, peserta Musrenbang menyampaikan beragam usulan pembangunan, antara lain peningkatan dan pengaspalan jalan, pembangunan jembatan, drainase, penyediaan air bersih, pembangunan rumah layak huni, serta peningkatan layanan kesehatan.
Danramil Tapung Kapten Edwar mengusulkan pembangunan jembatan gantung di Desa Batu Gajah dan pembukaan akses jalan Batu Gajah–Bukit Naang guna memperlancar konektivitas antarwilayah.
Pelaksana Harian Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Yusdiyen Hadinata mengungkapkan, dari tiga kecamatan Tapung Raya tercatat sebanyak 663 usulan pembangunan. Sementara itu, total usulan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kampar mencapai lebih dari 3.000 usulan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp9 triliun.
Dari total panjang jalan di Kampar sekitar 2.700 kilometer, sekitar 40 persen di antaranya masih dalam kondisi rusak sedang hingga rusak berat.










