Disampaikan oleh Gubernur Riau pada sambutannya saat penyerahan DIPA Tahun 2024 ini, agar para Kepala Daerah dan Pimpinan Lembaga setelah menerima DIPA ini diharapkan untuk dapat laksanakan percepatan realisasinya. Gubernur Riau juga menitip pesan untuk selalu menjaga integritas dan tata kelola anggaran sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada masyarakat.
“Saya berharap dan menekankan kepada seluruh Pimpinan Daerah dan Lembaga di Provinsi Riau untuk selalu menjaga keselarasan dan keharmonisan dalam penggunaan anggaran yang diberikan” ucap Edi Natar.
Dalam pengarahannya juga disampaikan oleh beliau bahwa ada 5 (lima) fokus dalam penyelenggaraan/menjalankan anggaran ini, yakni Perbaikan Sumber Daya Manusia dengan mengupayakan menghapus kemiskinan ektrim dan menekan angka Stunting, Percapatan Tranformasi Hijau, Pemberian Subsidi dan Bantuan Sosial yang tepat sasaran, Penguatan sinergi anggaran pusat dan daerah, dan peningkatan efisiensi dalam menggunakan belanja negara.
Dijelaskan juga bahwa Tahun 2024 menjadi tahun krusial mengingat tahun tersebut adalah tahun politik. Sementara risiko ketidakpastian, geopolitik, dan perubahan iklim ke depan masih mengancam. Sebab itu, kerangka APBN dan APBD 2024 disusun dengan optimis namun tetap penuh kewaspadaan terhadap potensi krisis dan resesi. Kinerja APBN dan APBD 2024 menjadi tonggak penting untuk diestafetkan, demi mencapai target Indonesia Maju 2045. Dengan APBN dan APBD yang responsif dan selaras momentum penguatan pemulihan ekonomi dapat terus terjaga. Ekonomi Indonesia tumbuh positif di level 5% selama 8 kuartal berturutan. Inflasi pun terjaga stabil sehingga daya beli masyarakat khususnya kelompok miskin dan rentan tetap terlindungi.
Disamping mendukung pemulihan ekonomi, keselarasan APBN dan APBD juga akan dapat mendorong akselerasi transformasi ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Hilirisasi dilakukan agar tercipta nilai tambah dalam perekonomian. Pembangunan infrastruktur pun masif dilakukan untuk mendorong investasi.










