Dicecar Pertanyaan Oleh Dewan Juri, 10 Warga Binaan Finalis Duta Muslim Lapas Bangkinang Beri Penampilan Terbaik

Konstan.co.id – Memasuki babak final pemilihan Duta Muslim Tahun 2022, 10 orang finalis memberikan penampilan terbaiknya dihadapan para dewan juri dan penonton.

Pada kesempatan itu satu persatu peserta menunjukkan bakat catwalk bak model-model profesional. Tak hanya itu, finalis juga diuji public speaking, ceramah, intelektual keagamaannya dan juga wawasan kebangsaan.

Bacaan Lainnya

Sesuai dengan undian nomor urut penampilan, setiap peserta berkesempatan untuk menampilkan ceramah singkat serta diuji shawalat, hafalan Qur’an dan wawasan kebangsaan.

Berbagai macam pertanyaan dilontarkan oleh dewan juri mengenai wawasan kebangsaan guna menyaring Duta Muslim yang bukan hanya menguasai ilmu agama, namun juga cinta akan tanah airnya.

Kalapas Kelas IIA Bangkinang Kanwil Kemenkumham Riau, Sutarno menyampaikan pemilihan Duta Muslim yang telah memasuki babak final ini merupakan bagian dari program pembinaan keperibadian warga binaan yang diusung oleh jajarannya.

“Ajang pemilihan Duta Muslim ini salah satu inovasi dari kami untuk melaksanakan kegiatan keperibadian yang lebih fleksibel mengikuti zaman. Jadi prinsip pembinaan keperibadian ini tidak boleh kaku, untuk itu kami kemas menjadi lebih menarik agar menjadi daya tarik bagi wargabinaan yang mengikutinya,” tuturnya.

“Konsep dari kegiatan ini seperti halnya ajang pemilihan bakat atau model diluar sana. Jadi memang mencari kader yang mampu menjadi panutan untuk warga binaan selama menjalani pembinaan di Lapas,” ungkapnya.

Selaras yang disampaikan Kalapas, salah seorang wargabinaan yang berkesempatan dimintai pendapatnya mengenai kegiatan ini mengaku sangat terbantu dengan adanya program-program pembinaan yang ada di Lapas Bangkinang.

“Selama berada disini tak hanya pelajaran sosial, namun pelajaran agama juga turut kami dapati. Dulunya kami tidak bisa shalat, mengaji dan berdo’a bahkan ceramah, Alhamdullilah berkat bimbingan para pegawai dan guru saat ini kami sudah dapat melaksanakannya,” sebut Prasetyo, wargabinaan Lapas Bangkinang.

Pras yang telah menghuni di Lapas Bangkinang selama 2 Tahun 3 Bulan ini tak lama lagi akan menghirup udara bebas. Pasalnya, Ia memperoleh Asimilasi Rumah dari pihak Lapas.

“Insyaallah, saya akan mengembangkan ilmu yang telah didapati kepada generasi-generasi dikampung saya, agar tidak terkontaminasi dengan penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas,” tukasnya.**

Pos terkait

banner 468x60 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *