KONSTAN – Menindaklanjuti peningkatan inflow Waduk Bendungan PLTA Koto Panjang, Bupati Kampar Ahmad Yuzar, bersama Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, mengikuti Rapat Koordinasi Pengoperasian Bendungan Koto Panjang melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Zoom Command Center Kantor Bupati Kampar, Jumat (02/01/2026).
Rapat koordinasi ini diselenggarakan oleh PLN dan diikuti oleh Kalaksa BPBD Kampar Azwan, Plt. Asisten I Setda Kampar Tengku Said Hidayat, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kampar Lukmansyah Badoe, Kepala Dinas Perhubungan Kampar Aidil, Kepala Dinas Sosial Kampar Agustar, BPBD Provinsi Riau, Manager ULP Pekanbaru, PNP UPPR Zulfikar, Manager Pintu PLTA Koto Panjang, serta perwakilan dari Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Dalam penyampaiannya, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar yang didampingi Wakil Bupati Kampar Misharti menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan langsung di Pintu PLTA Koto Panjang dan aliran Sungai Kampar, penambahan debit air sungai masih dalam kondisi tidak signifikan.
“Kami Pemerintah Kabupaten Kampar telah berkoordinasi dengan pihak PLTA Koto Panjang agar pembukaan pintu spillway dilakukan secara bertahap dan tidak terlalu lama. Hal ini penting agar kerugian masyarakat tidak terus berulang, khususnya bagi para pembudidaya ikan keramba di sepanjang aliran sungai. Kami berharap kesejahteraan masyarakat tetap meningkat dan banjir tidak kembali terjadi di Kabupaten Kampar,” ujar Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait yang secara konsisten melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kampar dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan serta menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat apabila terdapat perubahan kebijakan dalam pengoperasian bendungan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Kampar mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat tingginya curah hujan yang diprediksi akan berlangsung hingga bulan Maret mendatang.
“Melalui rapat koordinasi ini, saya mengajak kita semua untuk bergerak cepat dan bersama-sama mengantisipasi potensi banjir demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tutupnya.










