Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Wabup Misharti Jelaskan Soal Dugaan Aktifitas Tambang di Tapung Hulu Kampar, Tanah Gratis Untuk Mesjid

badge-check

Wakil Bupati Kampar, Misharti (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Bupati Kampar, Misharti (Foto: Istimewa)

RIAU – Wakil Bupati Kampar, Misharti, memberikan pernyataan tegas terkait namanya yang dikaitkan dengan dugaan aktivitas tambang ilegal milik MR di Tapung Hulu, Kampar.

Ia menegaskan, dirinya hanya mengetahui informasi bahwa aktivitas yang dikerjakan oleh MR tidak melanggar hukum. Bahkan, kata Misharti, ia telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meninjau langsung aktivitas yang diduga ilegal tersebut.

“Yang dilakukan MR itu tidak melanggar hukum, dan saya sudah tugaskan KLHK untuk meninjau secara langsung apakah pekerjaan itu melanggar atau tidak,” ujarnya kepada Konstan, Senin (28/4/2025).

Sepengetahuan Misharti, aktivitas yang dilakukan oleh MR tidak menyalahi aturan. Menurutnya, kegiatan tersebut hanya berupa pemotongan bukit di tanah milik MR.

“Ternyata tidak melanggar, karena dia hanya memotong bukit di tanahnya sendiri. Alat dia punya sendiri, dan tanahnya tidak diperjualbelikan. Siapa pun yang membutuhkan tanah untuk penimbunan, pembangunan masjid, atau keperluan lain dipersilakan mengambilnya secara gratis,” tuturnya.

Terkait tuduhan bahwa dirinya menghalangi aparat penegak hukum, Misharti membantah keras.

“Tak benar itu. Bukan saya menghalangi, tetapi saya menyampaikan bahwa aktivitas tersebut sudah ditinjau langsung oleh petugas dari Pemkab dan dinyatakan tidak melanggar aturan,” sebutnya.

“Kalau memang melanggar aturan, jangankan aparat penegak hukum, saya sendiri yang akan bertindak untuk memberhentikan pekerjaannya,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa MR perlu mengerjakan pemotongan tanah tersebut dengan rapi agar tidak mengganggu pengguna jalan.

Lebih lanjut, Misharti menjelaskan, tanah yang dipotong tersebut memang sudah lama ingin dijual oleh MR. Namun, adanya gundukan bukit membuat tanah itu sulit terjual.

“Dia (MR–Red) sudah lama ingin menjual tanahnya, tetapi karena ada gundukan seperti bukit di tengah-tengahnya, tidak ada yang mau membeli. Jadi, dia berinisiatif memotong bukit itu agar tanahnya lebih mudah terjual. Dia butuh uang untuk membiayai kuliah anaknya,” jelas Misharti.

Sebelumnya, nama Wakil Bupati Kampar, Misharti, menjadi sorotan masyarakat lantaran disebut-sebut dalam aktivitas tambang ilegal di Tapung Hulu, Kampar.

Isu tersebut kini telah diluruskan langsung oleh Misharti, yang menegaskan bahwa jika terbukti ada aktivitas pertambangan yang melanggar aturan, ia tidak akan segan bertindak tegas.

(YD)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penjelasan Wabup Kampar Soal Hebohnya Lokal Rusak: Saya Tak Tahu Guru Itu Klarifikasi, Apalagi Menyuruh

25 Sep 2026 - 15:13 WIB

Penjelasan Wabup Kampar Soal Hebohnya Lokal Rusak: Saya Tak Tahu Guru Itu Klarifikasi, Apalagi Menyuruh

Mengapa Kejaksaan Masih Mengembangkan Perkara KUR BNI Bangkinang

24 Sep 2026 - 07:38 WIB

Mengapa Kejaksaan Masih Mengembangkan Perkara KUR BNI Bangkinang

Iib Nursaleh Dorong Rp900 Juta untuk Sekolah Sungai Agung, Bukan Jadi Silpa

23 Sep 2026 - 22:44 WIB

Iib Nursaleh Dorong Rp900 Juta untuk Sekolah Sungai Agung, Bukan Jadi Silpa

Bupati dan Wabup Kampar Tegaskan Pendidikan Prioritas Utama, Ungkap Lokal Jauh Tak Dilaporkan

21 Sep 2026 - 16:58 WIB

Bupati dan Wabup Kampar Tegaskan Pendidikan Prioritas Utama, Ungkap Lokal Jauh Tak Dilaporkan

Digelar 21-22 September, Musda XI Golkar Kampar Dipindahkan ke Stanum Bangkinang Kota

20 Sep 2026 - 12:07 WIB

Digelar 21-22 September, Musda XI Golkar Kampar Dipindahkan ke Stanum Bangkinang Kota
Trending di Kampar