Sroll Baca Artikel
BeritaDaerahKamparPeristiwa

Gajah Liar Ditemukan Mati di TNTN

26
×

Gajah Liar Ditemukan Mati di TNTN

Sebarkan artikel ini

Konstan.co.id – Seekor gajah liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ditemukan mati, Selasa (11/7) sekitar pukul 7.00 WIB. Kuat dugaan gajah mati disebabkan keracunan karena ditemukan satu kantong gula merah tak jauh dari TKP.

Kepala BKSDA Riau Genman S Hasibuan mengatakan, gajah itu pertama kali ditemukan karyawan perusahaan swasta dalam kondisi mati.

banner 468x60

“Hasil identifikasi gajah jantan tersebut berusia sekitar 10-12 tahun dengan kondisi gading lengkap,” kata Genman.

Baca Juga

Tim yang melakukan pengecekan langsung juga tidak menemukan adanya luka di tubuh gajah atau bagian organnya yang hilang.

“Lokasi gajah tersebut ditemukan mati merupakan salah satu areal klaim atau areal terbangun yang sudah ditanami sawit oleh masyarakat yang berada di dalam areal konsesi HPHTI di Distrik Nilo Kabupaten Pelalawan, Riau,” jelas Genman.

Sementara ini tim menyimpulkan, gajah diduga mati karena mengkonsumsi gula merah yang diduga dijadikan umpan untuk makanan gajah yang biasanya dicampur dengan zat yang mengandung racun.

Untuk memastikan dugaan tersebut, tim telah diturunkan untuk melakukan investigasi dan melakukan neukropsi untuk mengetahui penyebab kematian gajah.

“Hasilnya kematian gajah diduga karena keracunan yang menyebabkan gangguan terhadap saluran pernapasan dan peradangan pada saluran pencernaan dan lambung,” ujar Genman.

Namun, tim menyisihkan organ dalam gajah untuk dilakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab kematian gajah.

“Selanjutnya kami akan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan dan berkoordinasi dengan penegak hukum untuk upaya hukum lebih lanjut,” kata Genman.

Genman menegaskan, bahwa gajah Sumatera merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi undang-undang.

“Kami menghimbau dan meminta kepada semua pihak agar memberikan perlindungan yang serius terhadap keberadaannya mengingat fungsinya sebagai salah satu faktor mempercepat pemulihan ekosistem hutan dan sebagai titipan untuk generasi mendatang,” imbau Genman.

(Mcr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel ini diproteksi