Sroll Baca Artikel
BeritaDaerahHukrimKamparPemerintahanPendidikanPeristiwa

Diterpa Isu Dugaan Pungli, Pihak SMAN 1 Bangkinang Kota Beri Jawaban

69
×

Diterpa Isu Dugaan Pungli, Pihak SMAN 1 Bangkinang Kota Beri Jawaban

Sebarkan artikel ini
SMA N 1 Bangkinang Kota (Internet)

Konstan.co.id – Pihak Sekolah SMAN 1 Bangkinang Kota akhirnya buka suara terkait isu dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang berada di lingkungan sekolah.

Menurut pihak SMAN 1 Bangkinang, soal Penelusuran Bibit Unggul Daerah (PBUD) ini telah dirapatkan kepada wali murid dan telah disampaikan secara langsung termasuk soal biaya yang sudah ditetapkan.

banner 468x60

“Jadi ketika kita mengambil keputusan ini sudah dirapatkan ke wali murid tentang PBUDnya tentang pembayaran PIN yang Rp. 200.000 dengan uang yang Rp.100.000 itu kalau ada selisihnya,” ujar Wakil Kepala Bidang Humas, Hj. Rosfilawati Farma saat diwawancara Konstan.co.id, di salahsatu Warkop di Kampar, Rabu (5/7).

Baca Juga

Rosfila juga mengaku bahwa biaya yang telah disepakati dalam forum rapat itu jumlahnya cukup bervariasi.

Dari pengakuannya, ia membenarkan biaya tersebut ada yang berjumlah Rp 300.000, Rp 200.000, hingga ada siswa yang tidak membayar.

“Tapi yang Rp. 200.000 tetap, soalnya itu yang kami bayarkan, itu juga disampaikan pada forum yang dihadiri oleh wali murid dan Komite. Rapat tersebut khusus menyampaikan hal itu,” ulas Rosfila.

Menurut dia, biaya yang disepakati oleh wali murid tersebut merupakan biaya pengurusan adminitrasi hingga ke UNRI.

“Itu sumbangan pengurusan adminitrasinya sampai ke UNRI nanti. Di BOSDA tidak boleh dianggarkan. Kalau Dulu ada uang jaminan, tapi setelah itu saya susah mengembalikan, sekarang tidak ada,” tutur Rosfila.

Kepala Sekolah SMAN 1 Bangkinang Kota, Hendra Yunal.

Sementara itu, Kepala sekolah SMAN 1 Bangkinang, Hendra Yunal mengemukakan bahwa sebelumnya telah mendapat informasi terkait perihal tersebut.

Ia mengatakan Informasi itu disampaikan langsung oleh atasannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau wilayah III Kabupaten Kampar Rohul.

“Pagi tadi kita sudah menghadap ke beliau, sudah kita klarifikasi mengenai pendanaan ini. Sesungguhnya kalau dianggap semacam pungutan kami sampaikan bahwa sebelumnya sudah mengadakan rapat dengan orang tua wali murid tentang PBUD ini. Dan dalam rapat itu kita juga sudah meyampaikan adanya hal hal yang berkaitan dengan uang pendaftaran PBUD. Dan katakan lah kalau ada sumbangan dari orang tua wali murid intinya semua setuju, tapi kita tak tau sampai seperti ini akhirnya,” sebut Yunal.

Yunal juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil keputusan terkait persoalan ini.

Keputusan itu diambil setelah dirinya berkoodinasi dan menyepakati bersama dengan Kepala Cabang.

“Dari pihak sekolah, dari pada ini berlarut larut dan ini akan menjadi bomerang bagi pihak sekolah, tadi kita sudah menyepakati dengan bapak Kepala Cabang seluruh dana ini akan kita kembalikan kepada orang tua, jumlahnya ada sekitar 90, besok pagi akan mengagendakan rapatnya,” jelas Yunal memungkasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel ini diproteksi