Tetty menambahkan, langkah-langkah preventif dan kontrol yang dilakukan oleh pemerintah setempat memberikan keyakinan bahwa situasi ini dapat diatasi tanpa mengancam pasokan beras premium ke masyarakat.
“Kami terus memantau, untuk distribusinya sejauh ini tak ada laporan kendala yang kami terima. Artinya pihak distributor masih bisa memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok aman,” sambungnya.
Untuk diketahui, rata-rata harga beras premium saat ini dikisaran Rp75-80 ribu per lima Kilogram, naik signifikan jika mengacu pada harga HET sebesar Rp69 ribu per kilogram.
(MCRiau)










