Tekan Kasus DBD, Dinkes Kampar Lakukan Hal Ini

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr Zulhendra Das’at.

Konstan.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar mengungkapkan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kampar mengalami kenaikan.

Pihaknya mengaku saat ini masih terus melakukan upaya edukasi serta sosialiasi kebersihan lingkungan kepada masyarakat melalui Puskesmas yang ada.

Bacaan Lainnya

Merujuk data Dinkes, dalam kurun waktu setahun ini pihaknya mencatat terdapat 160 kasus demam berdarah di wilayah Kabupaten Kampar.

Data itu tercatat dari bulan Januari hingga bulan Juni tahun 2022 yang tersebar di sejumlah Kecamatan.

“Jumlah kasus yang terjangkit DBD ada 160 orang, yang terbanyak ada di tiga Kecamatan, yakni di Kecamatan Pandau jaya 27 kasus, Kubang jaya 16 kasus dan Kecamatan Salo 15 Kasus, serta jumlah lainnya tersebar di kecamatan lain,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kampar, dr Zulhendra Das’at saat dikonfirmasi Konstan.co.id, Senin (25/7).

Zulhendra menuturkan, dari data tahun 2022 ini Dinas Kesehatan juga menemukan korban meninggal dunia akibat kasus DBD.

Jumlah korban yang meninggal lebih berkurang dari tahun 2021 yang lalu.

“Kalau korban yang meninggal hanya satu orang,” ucapnya.

Mengantisiapsi lonjakan kasus DBD, Zulhendra mengemukan bahwa dirinya selalu berupaya untuk melakukan berbagai langkah dalam proses pencegahan.

Edukasi serta sosialiasi kebersihan lingkungan kepada masyarakat melalui Puskesmas juga dilakukan secara masif.

“Puskesmas selalu melakukan himbauan kepada semua masyarakat untuk melakukan kegiatan 3 M. Petugas puskesmas juga aktif melakukan kegiatan pencegahan DBD salah satunya adalah pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala ke rumah rumah masyarakat serta tempat tempat umum,” papar Zulhendra.

Sebagai informasi, Dinas Kesehatan membeberkan jumlah kasus DBD pada tahun 2021.

Dinas Kesehatan merincikan terdapat 159 kasus DBD yang juga tersebar di sejumlah Kecamatan.

Dari data itu terdapat 4 kasus kematian akibat DBD. Tentunya hal ini menjadi ancaman bagi masyarakat.

“Pada tahun 2021 terdapat 159 kasus, Kecamatan yang terbanyak terdapat di Pandau Jaya dengan 25 kasus, Kuok 16 kasus dan Air tiris 14 kasus, sedangkan jumlah lainnya tersebar di Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar,” kata Zulhendra memungkasi.**

Pos terkait

banner 468x60 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *