Menu

Mode Gelap
Kejaksaan Pastikan Dalami Perkara KUR BNI Cabang Bangkinang Kajari Kampar Hadiri Rapat Penyelesaian Ganti Rugi Lahan Tol Pekanbaru–Rengat Penyegaran Birokrasi, Pj Sekda Kampar Lantik 5 Pejabat Strategis Kadis Pertanian Nur Ilahi Ali Pimpin Panen Raya Jagung di Kampar Kajari Kampar Ikut Bimtek Nasional, Perkuat Implementasi KUHAP Terbaru Afrudin Amga Bantah Isu Retak dengan Bupati Kampar, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja Kejari Kampar Eksekusi Empat Terpidana KUR BNI Bangkinang, Satu Masih Banding

Bisnis

Seorang Warga di Kampar Riau Tinggal di Rumah Reyot Selama 35 Tahun

badge-check


					Pemilik rumah tak layak huni, Sibar menunjukan kondisi rumahnya, Selasa (8/3/2022). Perbesar

Pemilik rumah tak layak huni, Sibar menunjukan kondisi rumahnya, Selasa (8/3/2022).

Konstan.co.id – Sibar, warga Dusun Batas desa Bandur Picak, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau terpaksa tinggal di rumah tak layak huni sejak 35 tahun lalu.

Dengan kondisi dinding papan serta berlantaikan tanah tak membuat pria berusia 60 tahun itu untuk berpindah tempat, pasalnya rumah yang diperkirakan 4 X 4 meter persegi itu satu satunya tempat tinggal yang kini ia tempati.

Selain itu, keterbatasan ekonomi juga membuat Sibar memilih bertahan di rumah reyot ini.

“Saya tinggal digubuk reyot ini lebih kurang 35 tahun lamanya dan selama saya tinggal di rumah kecil ini saya tidak mampu untuk memperbaikinya atau merehabnya karena hasil dari mata pencarian saya hanya menderes karet cuma cukup untuk makan saja bahkan terkadang kurang,” lirih Sibar saat diwawancara, selasa pagi (8/3).

Sibar mengungkapkan bahwa dirinya hanya tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Menurutnya, sebagai penyadap karet, penghasilan sebesar Rp. 200.000 hingga Rp. 250.000 perminggu hanya mampu untuk biaya hidup saja. Dan tidak mampu untuk memperbaiki rumah.

“Dengan penghasilan sekecil itu bagaimana saya mau memperbaiki rumah saya. Untuk makan saja terkadang kurang,” tuturnya.

Disinggung terkait bantuan, Sibar mengemukaan bahwa ia selama ini hanya mendapatkan Bantuan Langsung Tunai ( BLT) dari pemerintah desa setempat.

Bantuan itu sebesar Rp. 300.000 perbulan pada tahun kemarin.

Ia juga menyayangkan bahwa selama ini pemerintah tidak memberikan bantuan berupa rumah layak huni maupun rehab rumah.

Padahal, bantuan itu sangat diharapkan.

Sibar juga menuturkan bahwa sebelumnya pemerintah desa kerap mengambil dokumentasi kondisi rumah yang ia tempati, namun bantuan yang diharapkan tak kunjung ada kejelasan.

“Kalau rumah saya ini dulu sering di foto -foto oleh pihak pemerintahan desa dan bahkan sudah ratusan kali difoto-foto rumah saya ini tetapi sampai sekarang belum juga ada dapat bantuan,” bebernya.

“Saya sangat berharap kepada pemerintah supaya saya dapat bantuan rehab rumah maupun bantuan yang lainnya agar saya dapat tinggal di rumah yang layak untuk dihuni sebab kondisi rumah saya sekarang sudah tak layak huni,” jelas Sibar dengan lirih.***(Y)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penyegaran Birokrasi, Pj Sekda Kampar Lantik 5 Pejabat Strategis

13 April 2026 - 12:41 WIB

Kadis Pertanian Nur Ilahi Ali Pimpin Panen Raya Jagung di Kampar

11 April 2026 - 19:21 WIB

Afrudin Amga Bantah Isu Retak dengan Bupati Kampar, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

9 April 2026 - 13:35 WIB

JPU Kejari Kampar Ajukan Banding setelah Andika Habli Tolak Vonis 9 Tahun Kasus KUR BNI Bangkinang

6 April 2026 - 20:04 WIB

Kadiskes Kampar Dikabarkan Mundur karena Kondisi Kesehatan

6 April 2026 - 19:18 WIB

Trending di Kampar

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play

gamespools

aceplay99

dewaslot88