Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Satu-satunya Wakili UPT Pemasyarakatan se-Riau, Dua Warga Binaan Lapas Bangkinang Jadi Finalis Second Chance Star Season 2

badge-check

Devilina dan Rani Haryanti mencoba keberuntungannya dalam gelaran Second Chance Star Season 2 yang bertemakan "Nothing is Impossible" Perbesar

Devilina dan Rani Haryanti mencoba keberuntungannya dalam gelaran Second Chance Star Season 2 yang bertemakan "Nothing is Impossible"

Konstan.co.id – Meski tengah menjalani hukuman pidana tidak menyurutkan kreatifitas dari 2 (dua) orang warga binaan Lapas Kelas IIA Bangkinang Kanwil Kemenkumham Riau untuk tetap berkarya menggali potensi yang dimilikinya.

Menerima arahan dan pembinaan dari petugas Lapas Bangkinang, dua orang warga binaan atas nama Devilina dan Rani Haryanti mencoba keberuntungannya dalam gelaran Second Chance Star Season 2 yang bertemakan “Nothing is Impossible”, Kamis (08/12).

Second Chance Star merupakan sebuah program ajang pencari bakat yang saat ini digelar secara online untuk menunjukkan talenta ditengah keterbatasan ruang dari warga binaan.

Tak hanya sekedar menjadi peserta, warga binaan Lapas Bangkinang menjadi Finalis 5 (lima) besar Kategori Menari dalam event skala Nasional ini, yang mana mewakili satu-satunya UPT Pemasyarakatan se-Riau pada babak Final.

Setelah melewati proses seleksi kategori menari pada seluruh UPT Pemasyarakatan se-Indonesia, didapatilah 5 (lima) UPT terfavorit, yakni Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, Rutan Kelas I Surakarta, Lapas Kelas IIA Bangkinang, Lapas Kelas III Lembata, dan Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang.

Kepala Lapas Bangkinang, Mishbahuddin mengaku bangga dengan prestasi yang diraih oleh warga binaannya dan turut memberikan dukungannya kepada warga binaan agar tetap optimis dapat berkarya ditengah keterbatasan ruang.

“Dapat kita buktikan bersama, bahwa warga binaan ini banyak memiliki potensi yang dapat dikembangkan, itulah salah satu upaya kami dengan menyiapkan bekal skill dan keterampilan dari warga binaan agar dapat menjadi pribadi yang unggul ditengah-tengah masyarakat,” terangnya.

Ia mengatakan dua orang warga binaan ini merupakan contoh dari berjalannya program pembinaan warga binaan pada bidang kesenian.

“Syukur, program pembinaan yang telah dilaksanakan dapat dirasakan manfaatnya untuk warga binaan. Bukan sekedar menjadi skill yang terpendam, bahkan dapat mengikuti sebuah kompetisi Menari skala Nasional,” tambahnya.

Event tahunan pencari bakat ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Second Chance Foundation dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakat untuk menggali talenta dan bakat dari warga binaan seluruh Indonesia.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bidang Datun Kejari Kampar Gandeng BRI, Perkuat Peran Jaksa Pengacara Negara

15 Okt 2026 - 20:58 WIB

Bidang Datun Kejari Kampar Gandeng BRI, Perkuat Peran Jaksa Pengacara Negara

Kajari Kampar Perkuat Peran Datun, KPU Siap Dapat Layanan Hukum

14 Okt 2026 - 20:01 WIB

Kajari Kampar Perkuat Peran Datun, KPU Siap Dapat Layanan Hukum

Kejari Kampar Telaah Laporan Revitalisasi SDN 014 Kuok Rp1,14 Miliar, APIP Bakal Dilibatkan

14 Okt 2026 - 11:13 WIB

Kejari Kampar Telaah Laporan Revitalisasi SDN 014 Kuok Rp1,14 Miliar, APIP Bakal Dilibatkan

Pernah Tangani Perkara Korupsi Miliaran di Kampar, Ini Jejak Perkara Jackson Pandiangan Sebelum Pindah ke Tanjung Pinang

13 Okt 2026 - 14:10 WIB

Pernah Tangani Perkara Korupsi Miliaran di Kampar, Ini Jejak Perkara Jackson Pandiangan Sebelum Pindah ke Tanjung Pinang

Penyidik Pastikan Dalami Kasus Dugaan Manipulasi Penyetoran LHP di Inspektorat Kampar

12 Okt 2026 - 14:46 WIB

Penyidik Pastikan Dalami Kasus Dugaan Manipulasi Penyetoran LHP di Inspektorat Kampar
Trending di Hukrim