Resmikan GNPIP Riau Bersama Deputi Kementerian Perekonomian, Pj Bupati Kamsol Sampaikan Hal Ini

Konstan.co.id –  Pj. Bupati Kampar Dr. H. Kamsol, MM bersama Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Republik Indonesia Dr. Iskandar Simorangker, SE., MA, meresmikan Gerakan Nasional Pegendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Riau di Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampa, Riau, Senin (12/9/2022).

Selain meresmikan GNPIP Riau, kedatangan Dr Iskandar juga menghadiri secara langsung Launching Gerakan BUMDes Se-Provinsi Riau menanam Cabe.

Bacaan Lainnya

Kegiatan itu turut dihadiri juga Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewoni, Kepala BI Riau Muhammad Nuh, Anggota DPRD Komisi XI RI, Gubernur Riau Drs. Syamsuar, M.Si bersama Istri Hj. Misnarni.

Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati Kampar, Dr Kamsol mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kedatangan Deputi dan Gubernur Riau yang telah menetapkan Kampar tepatnya Pulau Birandang sebagai lokasi peresmian Gerakan Nasional Pegendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Riau.

Dimana, kata dia, Launching Gerakan BUMDes Se- Provinsi Riau Menanam Cabe tersebut, merupakan dalam rangka mewujudkan Kecukupan Ketahanan Pangan bagi Warga Desa dan Pencapaian Kemandirian Pangan di Desa.

“Semoga dengan melalui GNPIP ini, nantinya Riau khususnya Kabupaten Kampar bisa mengendalikan Penurunan Inflasi Pangan. Untuk itu, perlu ketergantungan Kolaborasi Seluruh Daerah dalam program yang dilaksanakan setiap Daerah,” kata Kamsol dalam keterangan tertulis yang diterima Konstan.co.id, Senin (12/9).

Selaras, Deputi Perekonomian, Iskandar Simorangker juga mengaku bahwa kehadiran GNPIP ini sangatlah penting.

Menurutnya, GNPIP penting dilakukan sebagai Gerakan Nasional menangani Inflasi di Indonesia.

“Kehadiran GNPIP memang sangatlah penting,” imbuhnya.

Sebagai informasi, GNPIP ini merupakan strategi flagship dengan tujuan menggaungkan langkah – langkah pengendalian supply secara lebih Integratif, Masif, dan berdampak Nasional dalam Pengendalian Harga Komoditas Pangan.

“Kami yakin dan optimistis Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), bakal menjadi lokomotif untuk mengerakkan roda Perekonomian Perdesaan. Bukan tidak mungkin, jika pada masa depan Perekonomian Nasional bertumpu pada Prukades dan BUMDes. Dimana Saat ini jumlah BUMDes di Seluruh Indoensia mencapai 18.446, dengan target dalam tujuh tahun kedepan akan terbentuk sebanyak 75.000 BUMDes di Seluruh Indonesia,” jelasnya.

Pos terkait

banner 468x60 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *