Menu

Mode Gelap
Kejaksaan Pastikan Dalami Perkara KUR BNI Cabang Bangkinang Kadiskes Kampar Pacu Akurasi Data ASPAK, Wujudkan Perencanaan Kesehatan yang Tepat Sasaran Api Melalap Rumah di Penyesawan, Damkar Kampar Lakukan Pemadaman Ayah Diduga Cabuli Dua Anak Kandung di Kampar Riau Dari Kuok, Kadis Pertanian Kampar Percepat Swasembada Pangan Lewat Gerakan Tanam Padi Usai Sertijab, Zulhendra Das’at Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan Tidur Pakai Kaus Kaki Ternyata Punya Banyak Manfaat, Benarkah Bikin Tidur Lebih Nyenyak?

Berita

Puluhan Hewan Ternak Kerbau Kembali Mati Mendadak di Kampar Riau

badge-check


					Puluhan Hewan Ternak Kerbau Kembali Mati Mendadak di Kampar Riau Perbesar

Konstan.co.id – Puluhan hewan ternak Kerbau dikabarkan mati mendadak di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

Peristiwa tersebut kini meresahkan warga setempat. Setidaknya, ada sekitar 35 ekor kerbau mati mendadak.

banner 468x60

Kaposek Tambang IPTU Mardani Tohenes, SH, MH membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan bahwa fenomena matinya hewan ternak kerbau sudah terjadi pada Minggu lalu, sejak 18 September 2022.

Tercatat, pada minggu lalu terdapat 5 hewan ternak mati secara mendadak.

Jumlah itu semakin hari kian bertambah.

Pihaknya memastikan hingga pada hari ini Minggu (25/9) jumlah hewan Kerbau yang mati sudah mencapai 35 ekor.

“Pemilik hewan ternak Kerbau berjumlah 17 orang yang terdiri dari 3 kelompok,” kata Mardani dalam keterangan tertulis yang diterima Konstan.co.id, Minggu (25/9).

Mardani mengemukakan bahwa matinya hewan ternak secara mendadak itu kini sudah ditangani oleh Pihak Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar melalui Puskeswan Tambang dan Kampar.

Menurut keterangan dari drH Eko Cahyono serta drh Dedy Ryan, matinya hewan ternak secara massal tersebut akibat penyakit SE (Septicaemia Epizootica) atau Penyakit Ngorok.

“Ciri-ciri penyakit ini adalah demam tinggi, keluar cairan di hidung & mulut, badan lemas, tidak nafsu makan serta ngorok,” ucap Mardani memaparkan informasi yang didapat.

Kata dia, penyakit ini menular melalui kontak langsung dan udara dengan radius 50 KM serta pengembalaan yg bersamaan.

“Penyakit SE (Septicaemia Epizootica) tidak sama dengan Penyakit PMK, karena Penyakit SE penyebarannya lebih cepat dan resiko kematian lebih tinggi,” kata Mardani.

Dengan adanya peristiwa itu, Ia juga menghimbau agar pemilik hewan ternak tidak melepaskan hewan ternaknya untuk sementara waktu.

“Kita akan melakukan pencegahan dengan Vaksinasi SE melalui Puskeswan setempat,” tambahnya.

Peristiwa matinya hewan ternak Kerbau secara mendadak di Kecamatan Tambang, Kampar sontak membuat heboh masyarakat sekitar.

Warga yang tidak mengetahui penyebab kematian itu memberikan informasi kepada pihak terkait.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kadiskes Kampar Pacu Akurasi Data ASPAK, Wujudkan Perencanaan Kesehatan yang Tepat Sasaran

31 Juli 2026 - 13:01 WIB

Api Melalap Rumah di Penyesawan, Damkar Kampar Lakukan Pemadaman

30 Juli 2026 - 05:41 WIB

Ayah Diduga Cabuli Dua Anak Kandung di Kampar Riau

29 Juli 2026 - 18:05 WIB

Dari Kuok, Kadis Pertanian Kampar Percepat Swasembada Pangan Lewat Gerakan Tanam Padi

29 Juli 2026 - 17:38 WIB

Usai Sertijab, Zulhendra Das’at Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

29 Juli 2026 - 13:13 WIB

Trending di Kampar