Sroll Baca Artikel
BeritaDaerahKamparPemerintahanPeristiwa

Polisi Akui Belum Terima Laporan Atas Aksi Pecah Kaca Kantor Desa Bandur Picak Kampar, Kadis PMD: Kriminal Itu

539
×

Polisi Akui Belum Terima Laporan Atas Aksi Pecah Kaca Kantor Desa Bandur Picak Kampar, Kadis PMD: Kriminal Itu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Internet)

Konstan.co.id – Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar Elvin Septian Akbar mengaku belum menerima laporan terkait aksi penyerangan kantor desa Bandur Picak Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar Riau.

Dia mengatakan bahwa kejadian itu belum terkonfirmasi oleh pihaknya.

banner 468x60

“Belum terkonfirmasi oleh kami.
Kami pun belum menerima laporan terkait kejadian tersebut,” ujar Kasat Reskrim AKP Elvin Septian Akbar saat dikonfirmasi Konstan.co.id, Sabtu malam (18/5/2024).

Selaras, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kampar, Lukmansyah Badoe saat diwawancara mengaku tidak mengetahui secara rinci insiden pecah kaca di Desa Bandur Picak tersebut.

Ia mengaku akan mencari informasi terkait kejadian itu.

“Saya tanya dulu sama Kadesnya bagaimana ceritanya dan apa masalahnya. Ntah akibat dilempar orang atau kena lempar atau tidak sengaja kita tidak tau,” sebutnya.

Dengan kejadian itu, Lukmansyah menyarankan agar tindakan tersebut haruslah dilaporkan kepada pihak berwajib.

Sebab, kata dia, hal itu merupakan kantor pemerintahan.

“Lambang pemerintah lapor saja ke Polisi. Kriminal itu. Menggangu stabilitas, ada apa kan?” ucapnya beberapa hari yang lalu.

Sebagai informasi, Sejumlah warga Desa Bandur Picak Kecamatan Koto Kampar Hulu Riau melakukan aksi protes keras terhadap Pemerintahan Desanya.

Protes keras itu berujung perusakan kantor desa yang mengakibatkan jendela kantor Desa Bandur Picak pecah.

Menurut pengakuan Sekretaris Desa Bandur Picak, Firman, warga yang melakukan aksi protes itu mengatasnamakan pengurus pemuda setempat.

Dia juga tidak menampik dampak protes tersebut mengakibatkan sejumlah kaca Kantor Desa Pecah.

Namun, Firman belum bisa membeberkan mofif pelaku melakukan aksinya.

“Kalau soal itu mungkin ada insiden kecil lah. Ada sedikit persoalan. Bukan penyerangan tapi ada warga yang marah dan kejadiannya malam tadi,” ujarnya saat dikonfirmasi Konstan.co.id, Senin (13/5/2024).

Ditanya soal motif perusakan lagi, Firman masih engkan membeberkannya secara rinci, namun dia mengaku bahwa saat ini pihaknya masih melakukan mediasi dengan warga setempat.

Mediasi itu juga melibatkan para tokoh masyarakat hingga pihak Desa.

“Hari ini lagi dimediasi dengan mengumpulkan dengan mengumpulkan tokoh masyarakat, pucuk adat, BPDnya hingga lainnya,” tuturnya.

Firman mengemukakan bahwa aksi protes warga setempat itu dipicu oleh oleh salah satu kegiatan di Desa Bandur Picak.

Kata dia, luapan kekesalan warga itu lantaran kegiatan kepemudaan.

“Iya dibidang kepemudaan. Ini lagi mencoba mediasi ditingkat bawah. Aksi protes ini kita taunya pagi ini dan belum dapat penjelasan apa apa,” ulasnya.

Disini lain, Firman mengaku bahwa aksi itu bukan dilakukan oleh seluruh warga Desa Bandur Picak.

Melainkan, kata dia, hanya pengurus pemuda.

“Jumlahnya belum pasti berapa orang, kami belum dapat kepastiannya sebab masih dalam proses mediasi. Yang jelas ada kaca yang pecah,” jelasnya.

Sementara itu, setelah hasil wawancara dan berita dipublis, Kepala Desa Bandur Picak, Rais justru membantah pernyataan Sekretarisnya sendiri.

Ia mengatakan bahwa tidak ada mediasi dengan masyarakat maupun tokoh masyarakat. Namun dirinya membenarkan informasi bahwa ada kaca pecah di Kantornya.

“Pelakunya sampai saat ini belum tau siapa orangnya, CCTV tentang itu sedang mati. Emangnya siapa pelakunya kata Sekdes itu ?. Saya terkejut membaca berita. Sementara ini belum tau siapa yang jadi memacahkan kata itu,” ungkapnya saat menghubungi Redaksi Konstan.co.id.

“Informasi kaca pecah itu dikirimkan dari Kadus kadus dan paginya baru keliatan lalu saya bersihkan serta saya ganti kacanya. Gak mungkin saya biarkan berserakan, malu pula saya nanti banyak pula pertanyaan orang,” imbuhnya.

Rais juga mengaku tidak tau apa motif pelaku melakukan aksi pecah kaca ini.

Dia belum bisa menebak apakah motif ini pencurian ataukah yang lain.

“Belum ada (Mediasi). Apakah motif pencuriankah atau motif apa kan belum jelas sampai saat ini. Namun barang yang hilang tidak ada, cuma kita gak tau motifnya apa,” jelas Rais memungkasi.

error: Artikel ini diproteksi