Modus Mafia Pupuk di Kampar Perlahan Mulai Terungkap, Kini Para Petani Beri Kesaksian

Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Arif Budiman menemui anggota Kelompok Tani.

Konstan.co.id – Modus operandi yang dipakai para Mafia Pupuk agar bisa meraup keuntungan bernacam – macam cara, seperti yang ditemui tim Penyelidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar saat menemui para anggota kelompok tani.

Hal tersebut terjadi saat tim Penyelidik Kejari Kampar turun langsung menemui Petani di Desa Silam dan Desa Lereng Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar Riau, Kamis (12/5/2022).

Bacaan Lainnya

Para Petani mengatakan, bahwa dari tahun 2020 sampai sekarang mereka tidak pernah mendapat atau membeli pupuk subsidi, padahal nama mereka serta faktur pembelian sudah tertera di didokumen yang saat ini sudah dikantongi pihak Kejaksaan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Silam, Aklis menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Kejari Kampar yang saat ini tengah mengusut adanya dugaan mafia pupuk yang selama ini telah nembohongi masyarakat.

“Kami merasa telah dibohongi data masyarakat kami dipakai seolah – olah telah membeli pupuk subsidi namun kenyataannya semua itu fiktif, masyarakat kami tidak ada satupun yang menerima Pupuk subsidi tersebut,” ujar Kades.

Untuk itu Aklis berharap kepada Kejari Kampar agar mengusut tuntas Mafia Pupuk ini agar bisa terungkap siapa yang bermain.

Selain itu Hasan Bakti warga Dusun Sopang Desa Lereng juga mengungkapkan bahwa dirinya yang tergabung dalam kelompok tani Mekar Sari tidak pernah mendapat atau membeli Pupuk subsidi yang pernah dijanjikan.

“Sampai saat ini kami belum pernah mendapat Pupuk subsidi, malahan saya membeli Pupuk untuk kebun saya seharga Rp 530.000/ karungnya. Saya juga tidak pernah menandatangani dokumen pembelian ini, tandatangan saya dipalsukan,” sebutnya.

Disisi lain Tim penyelidik Kejari Kampar yang dipimpin Kasi Intel Silfanus Rotua Simanullang juga turun menemui kelompok tani yang namanya tercantum di RDKK di Desa Salo Timur Kecamatan Salo.

“Kita akan terus mengumpulkan data dan fakta dengan menelusuri dari bawah menemui para anggota kelompok tani yang namanya ada dalam RDKK. Sementara ini memang ada kita temui penyaluran pupuk subsidi ini fiktif, seperti di Desa Silam dan Desa Lereng Kecamatan Kuok,” tukasnya.**

banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *