Sroll Baca Artikel
BeritaDaerahKamparPemerintahanPeristiwa

Lapas Bangkinang Gelar Kegiatan Penemuan Kasus TBC Secara Aktif Dengan Skrining Gejala dan Intervensi Rontgen Dada

17
×

Lapas Bangkinang Gelar Kegiatan Penemuan Kasus TBC Secara Aktif Dengan Skrining Gejala dan Intervensi Rontgen Dada

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidan Pelayanan Tahanan Perawatan Kesehatan Rehabilitasi Pengelolaan Basan Baran dan Keamanan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Subagdo Wulandoro menghadiri langsung pembukaan kegiatan Penemuan Kasus TBC Secara Aktif Dengan Skrining Gejala dan Intervensi Rontgen Dada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bangkinang.

Konstan.co.id – Kepala Bidan Pelayanan Tahanan Perawatan Kesehatan Rehabilitasi Pengelolaan Basan Baran dan Keamanan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Subagdo Wulandoro menghadiri langsung pembukaan kegiatan Penemuan Kasus TBC Secara Aktif Dengan Skrining Gejala dan Intervensi Rontgen Dada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bangkinang, Jumat (13/10).

Kegiatan ini meruapakan salah satu kegaitan yang dilaksanakan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 374 Lapas, Rutan dan LPKA yang ada di 33 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI.

banner 468x60

Kepala Lapas IIA bangkinang, Mishbahuddin dalam hal ini diwakilkan oleh Kasubbag TU Lapas IIA Bangkinang, Parlindungan Hasoloan dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung di Ruang Aula Lapas IIA Bangkinang ini berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan diikuti dengan serius oleh Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas IIA Bangkinang.

Baca Juga

“Penyakit TBC adalah ancaman kesehatan yang rentan terjadi di lingkungan Rutan/Lapas yang dikarenakan kelebihan penghuni (overcroweded) yang mengharuskan mereka hidup bersama dalam waktu yang lama, mengingat tingginya resiko penyebaran maka perlu dilakukan upaya pencegahan yakni dengan melakukan skrining TBC.” Ujar Parlindungan.

“Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai salah satu akselerasi program penanggulangan Tuberkulosis (TBC) untuk meningkatkan penemuan kasus TBC undetected melalui upaya aktif mencari orang yang berisiko, bergejala dan melakukan deteksi. Oleh karena itu kami harapkan seluruh warga Binaan mengikuti kegiatan ini dengan serius.” Tambah parlindungan.

Tirta Medical Center yang merupakan pihak yang telah menjalin kerjasama bersama Kementerian Hukum dan HAM RI mengatakan selama kegiatan berlangsung, Ketua Pelayanan Skrining TB Tirta Medical Center, Linda Herawati akan memastikan kegaitan berjalan sesuai dengan rencana, dimana proses skrining gejala dan intervensi rontgen dada ini direncakan berlangsung selama 9 hari kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel ini diproteksi