Sroll Baca Artikel
DaerahKamparPeristiwaPolitik

Ini Dugaan Penyebab Pria Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Kampar Riau

18
×

Ini Dugaan Penyebab Pria Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Kampar Riau

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Jenazah

Konstan.co.id – Warga Perumahan Panorama Sakinah, Blok A 17, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kampar dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat dalam kondisi tubuh sudah menghitam, Jumat (16/9).

Menurut informasi, mayat tersebut ialah Ade Octha Irwanda Mustafa (36).

banner 468x60

Ade Octha juga diketahui berkerja sebagai ojek online

Baca Juga

Ade ditemukan oleh warga sudah dalam kondisi tidak bernyawa diatas kasur di dalam rumahnya.

Menurut rilis Polres Kampar, Awal mula kejadian ini berawal ketika Almon Hari diberitahukan oleh kedua temannya bahwa korban sudah dua hari tidak keluar rumah. Mendengar hal tersebut, ia langsung menuju ke rumah korban yang diketahui ia hanya tinggal sendirian.

Kemudian mereka langsung menuju kerumah korban, dan melihat rumahnya sedang terkunci dan keluar aroma yang tidak sedap dan dipenuhi lalat hijau. Dengan cepat mereka melihat dan masuk kedalam rumah korban dan mengecekkan.

Saksi Almon langsung mencongkel jendelah rumah korban dan melihat kondisi korban dalam keadaan miring, tangan tegang, tubuh menghitam seluruh tubuhnya, seperti terbakar.

Lalu Almon menghubungi Ketua RT dan menghubungi Polsek Tambang.

Kapolsek Tambang IPTU Mardani Tohenes SH MH beserta Kanit Reskrim Polsek Tambang IPDA Hendro WahyudiI SH beserta anggota piket turun ke TKP dengan berkoordinasi bersama INAFIS Satreskrim Polres kampar dan Pihak Puskesmas Tambang.

Sekira Pukul 08.30 Wib Tim tiba di TKP dan langsung melakukan Olah TKP terhadap 1 (satu) orang mayat laki laki menggunakan baju kaos hitam dan celana jeans didalam kamar dengan posisi tertelentang dan kondisi tubuh dalam keadaan membengkak, menghitam.

Kemudian Tim mengevakuasi jenazah korban, lalu membawa ke Rumkit Bhayangkara untuk diVisum Pihak Polsek Tambang berkoordiasi dengan Pihak Keluarga Korban untuk dilakukan otopsi terkait jenazah tersebut, namun dari pihak Keluarga Korban menyatakan bersepakat untuk tidak dilakukan otopsi dan menerima kematian korban dengan Iklhas (Surat Pernyataan).

Menurut keterangan Saksi dari tetangga korban menerangkan bahwa sebelumnya pada hari Selasa 13 September 2022 masih melihat korban melaksanakan Sholat Dzuhur di musholla depan rumah korban dan pada hari tersebut korban menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa dirinya sedang sakit pada kepala (vertigo) dan suhu badan panas tinggi

“Menurut hasil pemeriksaan sementara di rumah sakit Bhayangkara Pekanbaru, pada tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena sakit. Sedangkan tubuh korban yang menghitam dikarena jenazah korban sudah 3 hari,” Kapolsek Tambang IPTU Mardani Tohenes.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel ini diproteksi