Diduga Pengerjaan Tak Sesuai Spek, Anggota DPR RI Syahrul Aidi Kecewa

Anggota DPR RI Lakukan Sidak di Terminal Tipe A Bangkinang

Konstan.co.id – Anggota DPR RI, Syahrul Aidi Maazat melakukan inspeksi mendadak terhadap bangunan renovasi terminal tipe A Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (23/2).

Sidak itu dilakukan berdasarkan laporan yang ia terima dari sejumlah pihak yang menduga pengerjaan renovasi tersebut terkesan asal jadi.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan pewarta, Syahrul melakukan sidak sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangan fraksi PKS itu langsung meninjau sejumlah pengerjaan renovasi di terminal Tipe A Bangkinang.

Dari hasil sidak itu Syahrul mengklaim serta menemukan material struktur berkualitas rendah dan tak sesuai spesifikasi dan jauh dibawah standar.

Ia mengungkapkan kekecewaanya terhadap sejumlah item yang dinilai asal jadi.

“Ini kualitas Desa bukan kualitas APBN ni,” sebutnya.

“Salah satu tugas anggota dewan itu adalah pengawasan atau controling. Jadi saya datang kesini untuk melakukan pengawasan langsung ke terminal tipe A Bangkinang,” ujar Syahrul saat diwawancara Konstan.co.id, Rabu (23/2).

Menurutnya, perbaikan renovasi ini merupakan hasil dorongan dari dirinya agar diperbaiki pada sejumlah Item.

Pengerjaan renovasi juga merupakan kewenangan langsung dari Kementerian Perhubungan.

“Kebetulan kemarin saya yang dorong agar diperbiki pagar di terminal tipe A ini. Kami hanya sifatnya mengusulkan saja, kalau pihak BPTD tentu yang membuat spek dan segala macamnya. Jadi kalau untuk teknis saya tidak terlalu mengetahui. Cuma setelah kita lihat nilainya luar biasa yakni dengan nilai kontrak 2,1 Miliar,” bebernya.

Dari hasil sidak itu, Syahrul mengungkapkan bahwa ada hal yang ganjil yang tampak langsung dimatanya.

Ia menilai bahwa ada pengerjaan yang tidak sesuai dengan nilai yang berjumlah fantastis itu.

“Hasil pekerjaannya saya lihat gak begitu besar. Ada juga hasil pengerjaan yang tidak sesuai spek dan belum selesai serta ada juga hasil pengerjaan yang jelek sekali alias buruk,” tegasnya.

Mantan anggota DPRD Kampar dua periode ini juga mengemukaan bahwa sejumlah pengerjaan yang telah dikerjakan patut untuk diperbaiki lagi. Bahkan, kata dia, pembongkaran mesti dilakukan untuk memperbaiki kualitas.

“Itu harus dibongkar dan diperbaiki. Saya tak mau dengan kualitas seperti ini,” ujarnya.

Menurut dia, pengerjaan yang dinilai buruk itu lantaran Rencana Anggaran Biaya yang sudah kacau, untuk itu ia meminta agar pihak kontraktor dapat menyelesaikan hal-hal yang dianggap perlu diperbaiki.

“Saya lihat RAB nya yang kacau, sehingga perpengaruh pada kualitasnya. Ini pengerjaan yang tidak benar,” paparnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen, Frans Deddy mengemukan bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan terkait hasil sidak yang dilakukan oleh anggota DPR RI tersebut.

Ia menyebut akan berupaya untuk melakukan perbaikan sesuai spesifikasi yang akan dilakukan oleh pelaksana.

“Nanti apa-apa yang rusak akan diperbaiki,” ujarnya.

Frans juga berdalih bahwa seluruh pengerjaan sudah sesuai dengan spesifikasi, bahkan pihaknya sudah menguji kualitas pengerjaan.

“Ketika kita uji kemarin, kita jatuhkan alat memang tidak pecah, tapi setelah sebulan hujan modelnya begitu ya harus kita perbaiki,” kilahnya.**

Editor: Yudha

banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *