Menu

Mode Gelap
Kejaksaan Pastikan Dalami Perkara KUR BNI Cabang Bangkinang Ahmad Yuzar Segarkan Birokrasi, Zulhendra Dasat Duduki Kursi Kadis Kesehatan Bupati Kampar Gandeng Baznas Pastikan Korban Kebakaran Segera Mendapat Bantuan Kajati Riau Inaugurasi Gedung Baru Kejari Kampar, Dukung Pelayanan Hukum yang Lebih Optimal Rumah Mantan Kasatpol PP Kampar Ludes Terbakar, Empat Armada Damkar Dikerahkan Antisipasi Penyimpangan, Lapas Bangkinang Bekali Pegawai dengan Sosialisasi Antifraud Lapas Bangkinang Gelar Pemeriksaan Kamar Hunian Warga Binaan

Berita

Diduga Korupsi, Mantan Kades di Kampar Resmi Ditahan, Kerugian Negara Capai Miliaran

badge-check


					Kejaksaan Negeri Kampar bidang Pidana Khusus menggelar penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari penyidik Polres Kampar. Perbesar

Kejaksaan Negeri Kampar bidang Pidana Khusus menggelar penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari penyidik Polres Kampar.

Konstan.co.id – Mantan Kepala Desa Tanjung Karang Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Busrianto telah resmi di tahan di Lapas Kelas IIA Bangkinang, Kamis (2/2).

Penahanan itu di lakukan setelah pihak Kejaksaan Negeri Kampar bidang Pidana Khusus menggelar penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari penyidik Polres Kampar.

banner 468x60

Kajari Kampar, Arif Budiman melalui Kasi Pidsus, Amri Rahmanto Sayekti mengungkapkan bahwa mantan Kedes itu terlibat atas dugaan korupsi tahun anggaran 2018 dan 2019. Atas perbuatan itu nilai kerugian negara mencapai 1,5 miliar lebih.

Kata Amri, dugaan tipikor itu yakni dana penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak dicairkan sebagaimana mestinya.

Busrianto juga dinilai tidak korperatif lantaran tidak mengembalikan dana ke Kas Pemerintah Desa, namun dana dipakai untuk kepentingan pribadi.

Kasi Pidsus Kejari Kampar, Amri Rahmanto didampingi oleh Kasi Intel, Rendy Winata.

Selain Dana BumDes, lanjut Amri, BR juga melakukan dugaan tindakan korupsi dengan mengerjakan beberapa kegiatan.

“Ada juga beberapa kegiatan yang seharusnya dilaksanakan oleh TPK namun dikerjakan sendiri termasuk menggelola anggaran sendiri, sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak dilaksanakan namun dicairkan. Ada juga kegiatan yang dilaksanakan namun tidak sesuai spesifikasi,” ucap Amri.

Amri juga menyebut dugaan korupsi itu dilakukan oleh BR saat statusnya menjabat sebagai Kepala Desa.

Munculnya nilai 1,5 miliar lebih itu merupakan hasil hitang dari Inspektorat Kabupaten Kampar.

“Perbuatan melawan hukum itu sewaktu yang bersangkutan masih mejabat,” katanya.

“Kini BR tahan di Lapas Bangkinang dan akan segera dillimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru untuk segera disidangkan,” jelas Amri didampingi Kasi Intel Rendy Winata.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ahmad Yuzar Segarkan Birokrasi, Zulhendra Dasat Duduki Kursi Kadis Kesehatan

27 Juli 2026 - 11:13 WIB

Bupati Kampar Gandeng Baznas Pastikan Korban Kebakaran Segera Mendapat Bantuan

23 Juli 2026 - 21:30 WIB

Kajati Riau Inaugurasi Gedung Baru Kejari Kampar, Dukung Pelayanan Hukum yang Lebih Optimal

22 Juli 2026 - 18:07 WIB

Rumah Mantan Kasatpol PP Kampar Ludes Terbakar, Empat Armada Damkar Dikerahkan

22 Juli 2026 - 11:22 WIB

Antisipasi Penyimpangan, Lapas Bangkinang Bekali Pegawai dengan Sosialisasi Antifraud

22 Juli 2026 - 07:10 WIB

Trending di Kampar