Menu

Mode Gelap
Kejaksaan Pastikan Dalami Perkara KUR BNI Cabang Bangkinang Lukmansyah Badoe: Peran Informasi Publik Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarkat Kampar Pemda Kampar Siapkan Ratusan Doorprize dan Layanan Kesehatan Gratis di May Day 2026 Bupati Ahmad Yuzar Pimpin Pimpin May Day 2026 Motivasi Yuzar ke Mahasiswa Kampar di Yogyakarta: Siapkan Diri Jadi Pemimpin Gandeng BUMD Pangan, Kampar Pasang Strategi dan Amankan Pasokan Bupati Kampar: Perempuan Harus Berani Tampil sebagai Pemimpin

Bisnis

Demi Dapatkan BPJS, Pasien Meninggal saat Urus KTP di Kantor Disdukcapil

badge-check


					Tangkapan layar video viral Perbesar

Tangkapan layar video viral

Konstan.co.id – Seorang pria bernama Amiludin meregang nyawa hingga meninggal dunia di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan pada Selasa (15/3/2022).

Pria berusia 54 tahun itu terpaksa mendatangi kantor Disdukcapil lantaran harus mengurus KTP demi bisa mendapatkan BPJS Kesehatan, padahal dia tengah menjalani perawatan intensif karena sakit yang dideritanya.

Kepala Disdukcapil Bulukumba, Andi Mulyati Nur membenarkan hal itu.

Ia mengatakan bahwa Amiludin mengembuskan nafas terakhir di kantor Disdukcapil usai melakukan perekaman data E-KTP.

“Dia meninggal setelah melakukan perekaman data KTP, selesai foto, pengambilan biometrik, lalu tanda tangan, pas mau turun sudah tidak berdaya lagi,” kata Mulyati.

Salah seorang anggota keluarga Amiludin, Sri Suryani Ningsi menjelaskan bahwa kakak iparnya itu sebelumnya menderita sakit pada ususnya dan harus menjalani perawatan di RSUD Andi Sultan Daeng Raja Bulukumba.

Sayangnya Amiludin tak memiliki KTP hingga BPJS Kesehatan lantaran ia baru saja pulang dari Malaysia setelah bekerja sebagai TKI.

Lantaran harus segera menjalani operasi karena sakit yang dideritanya, Amiludin pun memaksakan diri untuk pulang dan mendatangi Disdukcapil Bulukumba untuk mengurus KTP dan selanjutnya ke kantor BPJS Kesehatan. Ia membutuhkan kartu BPJS Kesehatan tersebut karena biaya operasi yang cukup tinggi.

“Dari pihak rumah sakit diberi waktu oleh dokter untuk urus dulu BPJS sebagai syarat operasi. Kemudian langsung saya bawa ke sini (Disdukcapil) untuk perekaman E-KTP, namun belum keluar dari sini, beliau sudah tidak ada,” kata Sri Suryani Ningsi dilansir Liputan6.com.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lukmansyah Badoe: Peran Informasi Publik Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarkat Kampar

3 Mei 2026 - 20:21 WIB

Pemda Kampar Siapkan Ratusan Doorprize dan Layanan Kesehatan Gratis di May Day 2026

3 Mei 2026 - 14:45 WIB

Bupati Ahmad Yuzar Pimpin Pimpin May Day 2026

3 Mei 2026 - 14:31 WIB

Motivasi Yuzar ke Mahasiswa Kampar di Yogyakarta: Siapkan Diri Jadi Pemimpin

2 Mei 2026 - 13:28 WIB

Gandeng BUMD Pangan, Kampar Pasang Strategi dan Amankan Pasokan

1 Mei 2026 - 13:48 WIB

Trending di Kampar

https://trickut.com/mint-mobile-review-everything-you-need-to-know-and-is-it-worth-it/

ace99play

gamespools

aceplay99

dewaslot88